Geoprak Bayat Potensi Wisata Baru di Klaten

0
geopark-bayat1
SURVEY LOKASI : Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko yang saat itu menjabat Kepala Dinas ESDM Jateng bersama tim Kementerian ESDM, Bappeda Klaten, Kampus Geologi UGM dan UPN meninjau lokasi Geopark Bayat, Klaten.(sms.com/dok Bappeda)

*Terdapat Batuan Berumur 98 Juta Tahun

PEMKAB Klaten sedang berupaya mengangkat potensi kekayaan alam berupa batuan yang berusia jutaan tahun di kawasan Bayat Purba.

Kawasan yang tandus dan banyak ditumbuhi pohon jati itu ternyata menyimpan kekayaan berupa batuan yang berumur puluhan juta tahun dan fosil langka, sehingga diusulkan sebagai Geoheritage dan nantinya menjadi Geopark. Dinas Kominfo Klaten merilis proses perintisan Geopark Bayat dalam tulisan ini.

Sejak Juli 2020 lalu, penelitian dan survei dilakukan oleh tim dari Kementerian ESDM, Dinas ESDM Jawa Tengah, Bappeda Klaten, dan melibatkan ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Rabu (11/11/2020), berkas usulan Geoheritage diajukan ke Dinas ESDM Jawa Tengah.

‘’Usulan Geopark sudah berjalan, usulan Geoheritage sebagai langkah awal sudah diusulkan ke Gubernur dan nanti Gubernur yang mengusulkan ke nasional. Berkas usulan sudah lengkap, kejian geologi dan kajian budayanya lengkap dalam satu buku,’’ kata Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko.

Menurut Kabid Penelitian, Pengembangan, Pengendalian dan Evaluasi Bappeda Klaten, Muhammad Umar Said, S.Hut., MPP., M.Eng, rangkaian awal mula tercetusnya pengusulan Geopark Bayat dimulai Juli 2020 lalu.

Kemudian, kunjungan tim Badan Geologi dan tim ESDM Jateng di Kampus Geologi UGM di Bayat 25 Juli, dan Rakor perencanaan pengusulan Geopark dengan OPD terkait dan kecamatan, 28 Agustus 2020.

Pada 1-4 September 2020, Tim Kementerian ESDM (Plt Kepala Badan Geologi, Pusat Survey Geologi, Pusat Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Kepala Dinas ESDM Jawa Tengah, Bappeda Pemkab Klaten, Kepala Kampus Geologi Lapangan UGM dan dosen UPN melakukan survei lapangan dan dilakukan penyiapkan data usulan.

Sosialisasi persiapan pengusulan Geoheritage dan Geopark di Kampus Geologi UGM di Bayat, 15 Oktober. Sosialisasi dilakukan melibakan kecamatan, desa dan OPD terkait seperti Disparbudpora dan Dispermasdes Klaten.

‘’Tahun ini baru diusulkan menjadi Geoheritage ke Kementrian ESDM. Tahun depan baru menuju Goepark. Kekayaan batuan di Bayat menjadi potensi wisata edukasi yang bisa mengundang banyak pendatang,’’ kata Kepala Bappeda Klaten Sunarna.

geopark-bayat2
FOTO/DOK

Untuk pengendalian, pelaku wisata setempat sudah dikumpulkan agar batuan di lokasi wisata itu ada batu-batu yang usianya 98 juta tahun tidak diubah karena justri menambah daya tarik. Goepark diharapkan bisa mengangkat potensi seperti Rawa Jombor dan keramik.

Adanya exit tol Jogja-Solo yang lewat Somapuro bisa diarahkan ke lokasi Geopark.

Prof Suratman dari Dewan Riset Daerah mengatakan, hanya ada 3 geoheritage di Indonesia, yakni di Karangsambung, Kebumen, Klaten serta di Jawa Barat, dan kekayaan batuan di Bayat lebih tua dan bagus. Kawasan Geopark akan dijaga keasliannya menjadi potensi wisata yang menarik.

Kepala Kampus Geologi UGM di Bayat, Dr.Eng. Didit Hadi Barianto, S.T., M.Si., IPM mengatakan ada 13 titik dalam usulan Geoheritage, antara lain Bukit Wungkal, Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Bukit Joko Tuo, Desa Tawangrejo, Kecamatan Bayat, Gunung Temas, Desa Talang, Bayat.

Ada lava bantal di Desa Jarum, Bayat, gabro-serpentinit di Desa Paseban, Bayat, dan konglomerat alas Dukuh Cakaran, Desa Paseban, Bayat. Selain itu, ada Rawa Jombor dan Gunung Kampak di Desa Krakitan, Bayat serta Bukit Pertapan di Desa Kebon, Bayat. Tak hanya itu, ada 4 titik di Desa Gununggajah, Bayat yang ditemukan batuan langka dan fosil.

‘’Di Bukit Wungkal ditemukan batuan gamping berumur 44 juta tahun yang mengandung fosil numulites, binatang bersel satu yang ukurannya cukup besar. Banyak berserakan di tanah. Di Bukit Joko Tuo ditemukan batuan marmer tertua di Pulau Jawa yang diperkirakan berumur 98 juta tahun,’’ kata dia.(Dinas Kominfo Klaten)

Tinggalkan Pesan