KPU dan Puskesmas Klaten Teken MoU Rapid Test

0
kpu-bawaslu-klaten
KERJASAMA : MoU RAPID TEST : KPU, Bawaslu dan Puskesmas menandatangani MoU pelaksanaan rapid test untuk petugas dan pengawas pemungutan suara Pilkada 2020. (sms/mer)

*29.000 Petugas Pilkada akan Dirapid Test

KLATEN,sms.com – Pemkab Klaten dan KPU Klaten telah mempersiapkan antisipasi untuk mencegah klaster pada pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi, agar tidak terjadi penularan covid-19. Rencananya, sekitar 29.000 petugas pemungutan suara dan pengawas akan diradis test sebelum pelaksanaan coblosan, 9 Desember 2020.

Untuk itu, dilakukan perjanjian kerja sama antara KPU Klaten dengan Puskesmas se-Kabupaten Klaten tentang pelaksanaan rapid test bagi penyelenggara Pilkada, mulai dari PPK, PPS, KPPS dan petugas ketertiban. Langkah itu untuk mengantisipasi penularan covid-19 saat pemungutan suara di TPS.

Penandatanganan MoU dilakukan di Gedung Sunan Pandanaran, Kamis (12/11). KPU diwakili Kasubbag Teknis dan PPKOm KPU, Ika Nurmalia Dewi dan Kepala Puskesmas Jogonalan I Parwiyati.

Sedangkan penandatangan untuk MoU rapid test bagi pengawas Pilkada diwakili Kepala Puskesmas Karangdowo Fitriyah Siti Aisah dan Bawaslu diwakili Suwanta. Acara disaksikan Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko dan Kepala Dinkes Cahyono Widodo.

‘’Ada sekitar 29.000 petugas pemungutan suara yang akan dirapid test, mulai dari PPK, PPS, KPPS dan petugas ketertiban. Pelaksanaannya mulai 16 sampai 21 November 2020 di masing-masing Puskesmas,’’ kata Ika Nurmalia Dewi.

Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko menegaskan, bahwa pelaksanaan Pilkada harus diantisipasi dari penularan covid-19. Dia juga menegaskan pentingnya test rutin bagi tenaga kesehatan agar mereka tidak tertular atau menularkan covid-19.

Sebelumnya, Pjs Bupati juga minta agar pilkada di lokasi pengungsikan dipersiapkan dengan baik. Karena bila kondisi Merapi tak juga reda, kemungkinan pemungutan suara akan dilakukan di pengungsian.

KPU juga melakukan antisipasi pelaksanaan Pilkada di lokasi pengungsian Merapi. Ketua KPU Klaten Kartika Sari Handayani mengatakan, KPU sedang melakukan pemetaan untuk mengetahui lokasi penempatan pengungsi dan jumlah pemilih.

‘’Kami fokus ada pemetaan pengungsi di TES (tempat evakuasi sementara) dan TEA (tempat evakuasi akhir), untuk mengetahui jumlah pemilih di tiap lokasi pengungsian dan tempatnya. Karena ada covid-19, maka pengungsi satu desa tidak berada di tempat yang sama,’’ ujar Kartika.

Untuk itu, KPU sudah melakukan koordinasi dengan PPK Kemalang, dan PPK berkoordinasi dengan Camat, desa dan PPS desa terdampak Merapi. Hasilnya akan dilaporkan KPU dan diteruskan ke KPU Provinsi Jateng. Nantinya petugas akan diberi arahan.

Saat ini, ada 18 TPS di 3 desa terdampak yakni Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten. Namun, tapi hanya 7 TPS yang berada di radius 5 km. Setiap TPS rata-rata ada 300-400 pemilih.(mer)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan