Siti Afiah, Nenek 69 Tahun yang Meraih Gelar Doktor di UMS dengan Cumlaude

0

UMUR boleh tua, namun semangat belajar tetaplah muda. Kiranya itu yang tercerminkan dari Siti Afiah, perempuan berusia 69 tahun dari Sragen itu. Tepat di hari kelahirannya 11 November 2020, Bu Wiwiek sapaan akrabnya, berhasil menuntaskan studi program Doktoralnya (S3) di Program Doktor Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Pagi Rabu (11/11/2020) siang, Siti Afiah menjalani sidang ujian terbuka di hadapan para penguji, mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pendidikan Islam Multikultural Berbasis Kearifan Lokal : Telaah Hidden Curriculum Pada Pondok Pesantren Nurul Huda Sragen” di Gedung ’.

Saat medapatkan pertanyaan yang kritis dan tajam dari penguji, Bu Wiwiek terlihat lancar dalam menjawabnya. Berkat kegigihannya itu, akhirnya para penguji sepakat meluluskan dia dengan nilai cumlaude yaitu 3,91.

Bu Wiwiek memulai kuliah S3-nya sejak tahun 2017, dan lulus tepat waktu di tahun 2020. Luar biasa semangatnya dalam belajar, padahal dirinya bukanlah seorang dosen atau pejabat negara yang mengejar gelar.

Dia hanyalah pensiunan guru dan kini sehari-hari mendampingi para guru membina Pondok Pesantren Nurul Huda Sragen. Namun keinginannya menyelesaikan studi S3 patut diacungi jempol.

“Saya niatnya hanya ingin belajar, meskipun saya tidak tahu ke depannya mau jadi apa. Anak-anak juga mendukung, kata mereka kalau ibunya seneng, mereka ikut seneng,” cerita Bu Wiwiek.

Bu Wiwiek juga mengaku, di tengah perjalanan menyususun disertasi, ia pernah mengeluh dan pernah mengajuka ke promotornya untuk berhenti saja. Katanya, itu terjadi saat dia sedang merasa sangat lelah dan penuh tekanan.

“Saat merasa down, capek, frustasi karena sama pembimbing tulisan saya sering di coret-coret seperti tidak berguna. Tapi ternyata setelah dikasih tahu caranya, ternyata bergini ya saya jadi semangat lagi,” ujar Siti Afiah yang pernah menjabat Kepala Sekolah MA Negeri Sragen ini.

Dia berpesan kepada generasi yang masih muda supaya selalu semangat, pantang menyerah dalam belajar.

“Pokoknya yang masih muda, silahkan lah hidup harus belajar terus, jangan berhenti. Semua orang adalah guru kita” pungkasnya.

Saat prosesi ujian terbuka selesai, anak dan cucu-cucunya memberi ucapan selamat. Dengan energiknya dia masih mengajak foto bersama para cucunya.

“Saya ingin memberikan pelajaran semangat kepada anak cucu saya, semangat menuntut ilmu,” katanya. (ris)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan