Pedagang Deklarasi Tolak Relokasi di Pasar Kota Sragen yang Baru

0
demo-pedagang
TOLAK PINDAH : Ratusan pedagang di Jl.WR Soepratman, Sragen unjuk rasa bentangkan spanduk menolak pindah di lantai II calon Pasar Kota Sragen yang baru.(sms.com/anin)

SRAGEN,sms.com – Diminta akan pindah di lokasi calon Pasar Kota yang baru, pedagang kios renteng di Jl.WR Soepratman tegas menolak. Sebanyak 200 pedagang di kios renteng Jl.WR Soepratman berkeberatan rencana relokasi itu.

Rencananya Pemkab Sragen melalui Disperindag Tahun 2021 merevitalisasi Pasar Kota Sragen yang baru dengan dana APBN Rp 200 miliar. Pasar direncanakan tiga lantai akan rampung Tahun 2022.

‘’Tapi kami mewakili pedagang menolak jika diminta pindah,’’ tutur Ganjar Adi Purbantoro, Koordinator Aksi Persatuan Paguyuban Pedagang Menolak Relokasi (P3MR), Sabtu (14/11/2020). Puluhan pedagang setelah deklarasi, tadi pagi melakukan unjuk rasa.

Ganjar Adi pantas menolak relokasi itu, karena dikhawatirkan akan mematikan usaha pedagang.

‘’Faktanya banyak contoh di kota-kota kalau pasar tradisional tidak berfungsi saat direlokasi di lantai dua pasar. Jika hal itu terjadi, maka akan merugikan pedagang,’’ tuturnya.

Pedagang di Jl.WR Soepratman berderet mulai Kampung Kliteh hingga palang tintu KA, selatan Pasar Kota. Lokasi itu disebut sebagai kios renteng. Di tempat itu ada yang berjualan mi ayam, bakso, sate ayam, parfum, sepatu sendal, baju, salon, pigura, servis HP, maupun toko kelontong.

Tidak Dilibatkan

Ganjar Adi juga menepis alasan pejabat Disperindag Sragen untuk merelokasi pedagang, karena tempat itu akan dipakai pelebaran jalur double track (rel ganda) kereta api.

‘’Saya sudah konfirmasi ke PT KAI DAOP 6 Yogyakarta sejauh ini belum akan menggunakan lahan tersebut,’’ tutur Ganjar AP.

Dikatakan pedagang kios renteng tidak pernah dilibatkan terkait rencana relokasi. Karena wacana awal di Tahun 2017 lalu, lanjut Ganjar AP untuk lantai dua Pasar Kota yang akan dibangun nanti diperuntukkan bagi sentra batik atau pedagang batik.

Kepala Disperindag Sragen Tedy Rosanto saat dimintai konfirmasi mengatakan akan menggelar pertemuan dengan perwakilan pedagang kios renteng di Jl.WR Soepratman, untuk membicarakan rencana relokasi itu.

‘’Nanti kami akan mengundang mereka (pedagang) untuk membicarakan hal itu,’’ tuturnya.

Aksi unjuk rasa dilakukan pedagang dengan membentang tulisan sepanjang delapan meter sambil berkeliling di sekitar kios renteng.(anin)

Tinggalkan Pesan