Boyolali Kembali Masuk Zona Merah

0
rapid-tes-boyolali
SAMPEL DARAH: Petugas mengambil sampel darah dalam kegiatan rapid tes bagi relawan yang akan diterjunkan ke kawasan bencana Gunung Merapi beberapa hari lalu. (sms.com/jm)

*Kasus Covid-19 Melonjak

BOYOLALI,sms.com – Setelah sempat melandai, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Boyolali kembali melonjak 6 hari terakhir. Boyolali pun kembali masuk zona risiko tinggi atau zona merah dari zona orange sebelumnya.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, selain selain jumlah kasus positif Covid-19  bertambah banyak, kasus kematian pun juga meningkat. Sehingga skor Boyolali yang dihitung berdasarkan standar Indek Kesehatan Masyarakat nilainya 1,45.

“Dan ini ini berarti kembali masuk zona merah atau zona risiko tinggi,” katanya.

Baca : 8 Orang Dalam Satu Keluarga di Klaten Tengah Positif Covid-19

Dijelaskan, kasus konfirmasi positif Covid-19 dari tanggal 8 sampai 13 November 2020, bertambah 163 kasus. Rinciannya, tanggal 8 November ada tambahan 45 kasus, tanggal 9 November tambah 10 kasus, tanggal 10 November 15 kasus.

Kemudian tanggal 11 November 14 kasus, tanggal 12 November bertambah 60 kasus dan hari ini 13 November bertambah lagi 19 kasus. Jadi, sampai saat ini di kasus Covid-19 di Boyolali total sebanyak 1.409 orang.

Dari jumlah tersebut yang sudah dinyatakan sembuh atau selesai isolasi sebanyak 1.043. Yang menjalani perawatan ada 114 orang, isolasi mandiri 193 orang dan meninggal dunia 59 kasus.

Tambahan kasus baru sebanyak 163 kasus itu tersebar di 17 kecamatan.

“Paling tinggi dari Kecamatan Cepogo sebanyak 30 kasus. Sebagian besar disumbangkan dari klaster layatan di Desa Paras.”

Diakui, di Boyolali saat ini masih ada 22 klaster yang masih aktif. Dari jumlah tersebut mayoritas adalah klaster keluarga. Ada dua klaster keluarga yang cukup besar yaitu JSO dari Desa Jeron, Kecamatan Nogosari sebanyak 14 kasus dan SRS juga dari Desa Jeron sebanyak 15 kasus.

Baca : Keluarga Korban Covid-19 Jalani Isolasi dalam Satu Rumah

Selain klaster keluarga yang mendominasi, kini juga muncul sejumlah klaster baru. Yaitu, klaster klaster layatan di Desa Paras, Kecamatan Cepogo. Jumlah kasusnya saat ini sebanyak 34 kasus, tiga diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

Kemudian ada klaster piknik dari Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo. Dimana awalnya ada kegiatan piknik secara berombongan akhirnya juga menularkan Covid-19. Klaster piknik ini sudah terdeteksi ada 10 kasus.

“Kemudian klaster di Pasar Lebak, Desa Nepen, Kecamatan Teras. Itu klaster tempat kerja karena di pasar, terdeteksi 11 kasus.”Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Boyolali untuk disiplin dan patuh dalam penerapan protokol kesehatan melalui gerakan 3M. Yaitu, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. (jm)   

Baca : Dilengkapi Mobil Ambulance, Lazismu Semakin Antusias Bantu Masyarakat

Editor : Sarmun  

Tinggalkan Pesan