Mantan Pegawai BKK Eromoko Ditahan Menggelapkan Rp 470 Juta Kas BKK

0
bpr-bkk-eromoko-wonogiri
MENJALANI PEMERIKSAAN : WD, tersangka penggelapan dana BKK Eromoko ditahan setelah menjalani pemeriksaan di Kejari Wonogiri, Senin (16/11/2020). (sms.com/ky)

WONOGIRI,sms.com – WD (49) mantan pegawai PD BKK Eromoko (sekarang menjadi BKK Jateng Cabang Wonogiri) ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Senin (16/11/2020). Perempuan itu menjadi tersangka karena diduga menggelapkan kas BKK Eromoko senilai Rp 470 juta.

Kajari Wonogiri Agus Irawan Yustisianto mengatakan, pengungkapan kasus korupsi itu berawal dari laporan masyarakat.

“Kemudian kami menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan pendalaman oleh Kasipidsus,” katanya, Senin (16/11/2020).

Kajari menerangkan, aksi tersangka dilakukan saat masih menjabat sebagai Kasubbid Kas di BKK Eromoko, sekitar tahun 2010-2011 lalu.

“Saat itu, tersangka selaku pejabat keuangan. Saat dilakukan pemeriksaan kas, pelaku berusaha menghindar dengan dalih mundur-mundur,” ujarnya.

Tersangka mengkondisikan laporan keuangan seakan berjalan dengan benar. Tetapi setelah dilakukan pengecekan terhadap fisik keuangan oleh para direktur waktu itu, ternyata ada selisih yang cukup besar.

Seharusnya ada dana sebesar Rp 494.518.600 di kas lembaga keuangan tersebut. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, dana yang ada tinggal Rp 24.518.600, sedangkan uang senilai Rp 470.000.000 tidak diketahui keberadaannya.

“Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tersangka mengakui menggunakannya untuk keperluan pribadi,” ujar Kajari.

Tersangka yang telah bekerja di BKK Eromoko sekitar 10 tahun itu kemudian diberhentikan sekitar tahun 2018-2019.

Selanjutnya, WD ditetapkan sebagai tersangka, sekitar bulan Oktober lalu. Tersangka kemudian ditahan dengan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIB Wonogiri, Senin (16/11/2020).

Penahanan awal terhadap tersangka dilangsungkan selama 20 hari. Jika pemeriksaan sudah cukup, Kejari akan segera melimpahkannya untuk penuntutan di pengadilan.

Kejari sudah memeriksa 22 orang saksi dalam kasus tersebut. Pihaknya menyatakan tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah. “Tapi disesuaikan dengan fakta di lapangan dan proses penyidikan,” imbuhnya. (ky)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan