Peran Pemberdayaan Desa untuk Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

0

Oleh : Dr. Purwanto Yudhonagoro S.E., M.Par., CHA*

SUDAH hampir 9 bulan ini Indonesia masih mengalami pandemi Covid-19. Kebijakan pemerintah sudah mulai dilonggarkan agar perekonomian bisa tumbuh kembali seperti biasa dan tentunya dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan. Kita bisa melihat pasar, jalan raya, mall, cafe, dan sebagainya mulai beroperasi kembali seperti biasanya.

Namun, dibalik semua itu ada beberapa kendala yang dihadapi seperti keuangan dan ketidakmampuan untuk menggaji pekerja seperti biasanya dikarenakan hampir 9 bulan lebih mengalami ketidakpastian pemasukan dan target. Hal ini pun berujung pada PHK.

Tentu saja, menambah permasalahan lagi dengan kembali meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia. Perlu adanya strategi khusus untuk menemukan solusi terkait permasalahan tersebut di masa seperti saat ini.

Menurut saya, bantuan dalam bentuk pelatihan dan stimulan keuangan oleh pemerintah saat pandemi ini sudah cukup membantu. Tetapi, perlu adanya kesadaran dari stakeholder lainnya bahwa hal ini bukan hanya tugas pemerintah pusat semata dalam pembenrian bantuan tersebut.

Pemerintah daerah hingga pemerintah desa dimana masyarakat terdampak berdomisili pun turut andil. Pemerintah desa bisa memanfaatkan anggaran desa ataupun sumber daya terlatih yang ada didesa melalui karang taruan atau organisasi desa lainnya untuk memberdayakan masyarakat terdampak dengan tujuan selain menggalakkan kebiasan baru dengan 3M, yaitu (1) memakai masker, (2) mencuci tangan, dan (3) menjaga jarak tetapi juga bisa memotivasi masyarakat terdampak untuk tetap produktif dan kreatif dengan kegiatan lain yang bisa menghasilkan pemasukan selama pandemi.

Memang, hal tersebut tidaklah mudah dimasa yang singkat seperti ini. Selain masih dibayangi rasa was-was penyebaran Covid-19, perlu juga adanya kesiapan jajaran pemerintah mewujudkan agenda tersebut dalam waktu singkat. Ditambah lagi, perlu juga adanya aturan dan birokrasi yang jelas dan bisa dipatuhi agar tidak terjadi penyalahgunaan wewenang di kemudian hari.

Hal ini tentu saja bisa diwujudkan jikalau niat untuk membantu itu ada dan tulus. Menurut saya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan: (1) koordinasi dengan pemerintah daerah, (2) mengaktifkan forum desa, (3) mendata warga terdampak, dan (4) pelaksanaan pemberdayaan.

Pemerintah daerah pun harus peka akan hal ini dimana pemerintah desa memiliki inisiatif dalam rangka membantu masyarakatnya yang terdampak tanpa harus melanggar aturan dan penyalahgunaan wewenang. Kita tidak bisa hanya mengandalkan bantuan dari pusat semata,d tetapi haruslah bisa menggunakan sumber yang ada di desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah dan desa harus bisa saling koordinasi untuk penanganan masalah ini karena sebagai pelayan masyarakat, Pemerintah harus hadir pada saat-saat seperti ini. Masyarakat butuh perhatian dan kebijaksaan dari pemerintah.

Demi mendongkrak kembali perekonomian, alangkah tepatnya jika pemerintah bisa turut peran aktif dengan berbagai program yang kreatif. Selain itu juga, masyarakat terdampak perlu lebih aktif dalam mencari informasi dan bukan hanya pasrah terhadap keadaan. Pemerintah pasti akan memberikan solusi terbaik.

Kita sadar bahwa saat ini semua lapisan masyarakat merasakan dampak selain tertularnya virus ini, yaitu ekonomi. Tetapi, dengan memaksimalkan pemberdayaan yang ada di desa, saya yakin bahwa masyarakat pun bisa tetap optimistis dalam mencari penghasilan serta hal ini pun menjadi filter terhadap pengaruh berita-berita bohong atau hoaks terkait wabah pandemi karena disibukkan dengan bekerja dan kegiatan yang lebih produktif.

Negara ini tidak semudah itu saja menyerah terhadap pandemi ini, kita sebagai warga negara pun harus turut sadar menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. Pemberdayaan adalah salah satu solusinya dimana adanya penggambaran gotong royong dari stakeholder terhadap masyarakat atau pun sebaliknya.

Masyarakat ikut terlibat dan terbantu dalam memajukan kualitas diri dan program yang ada selama pandemi. Mengeluh boleh, kreatif dan produktif harus tetap ada! (*)

*Doktor Program Studi Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat tinggal di Surakarta

Tinggalkan Pesan