Siapkan Modal, Pegadaian Gerakkan UMKM Di Era Pandemi

0
pegadaian-pemkab-karanganyar
TANDATANGAN MOU - Penandatanganan MoU antara Bupati Karanganyar Juliyatmono dengan Pegadaian Surakarta. (sms.com/jdh)

KARANGANYAR,sms.com – Memorandum of Understanding antara PT Pegadaian Surakarta dengan Pemkab Karanganyar ditandatangani antara Vice Presiden Pegadaian Surakarta Ali Sutaat dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kadis Dikbud Tarsa, Kadisdagnakerkop Martadi dan Kadis Lingkungan Hidup Bambang Sujatmiko.

‘’Kami menyediakan modal yang bisa digunakan modal untuk UMKM di era pandemi ini agar semua bergerak. Kami siap dengan sistem gadai, pinjaman lunak, tabungan emas, dan lainnya. Sampai saat ini omset kami sudah sekitar Rp 81 miliar, dan di Solo Raya dengan 70-an outlet omsetnya Rp 851 miliar dan ditargetkan mencapai Rp 1 triliun di akhir tahun,’’ kata Sutaat usai acara, Selasa (17/11/2020).

Dengan slogan menyelesaikan masalah tanpa masalah, dan serba bisa, terbukti masyarakat selama ini menaruh minat tinggi dengan Pegadaian. Ada kenaikan omset sampai sekitar Rp 7 miliar meski pandemi ini.

Pegadaian memang inginnya mendorong agar UMKM bergerak. Karena itu dia menyediakan modal untuk pinjaman lunak, dan masyarakat senang karena syarat tidak terlalu rumit, dan uang segera cair. Sehingga bagi yang ingin segera memperoleh modal, dengan cepat terpenuhi.

Tentu tetap menggunakan survey, termasuk dilihat kelayakan usaha yang memungkinkan untuk tetap berkembang di era pandemi covid ini. Dan Pegadaian juga menerapkan restrukturisasi pinjaman. Dari sekitar Rp 30 miliar pinjaman mikro, yang direstrukturisasi sekitar Rp 16 miliar, lebih dari separohnya.

Peminjam setelah dilihat masih memungkinkan usahanya berkembang, tidak perlu membayar bunga dan pokok selama tiga bulan, dan mungkin bisa diperpanjang asalkan masih ada peluang berkembang usahatersebut.

Bupati Juliyatmono menaruh harapan besar. Disdikbud diajak karena banyak ASN yang menyambi berusaha dan modalnya tidak cukup jika mengandalkan gaji saja. Karena itu digandeng agar ASN di jajaran itu bisa memanfaatkan.

Sedangkan Dinas Lingkungan Hidup diikutkan arena masyarakat yang memiliki bank sampah bisa mendapatkan kredit lunak dan bahkan usaha bank sampahnya bisa jadi tabungan emas di Pegadaian.

Adapun Disdagnakerkop hadir karena ada gudang UMKM untuk mendapatkan modal baik mikro ataupun sistem gadai yang memang tidak berbelit syaratnya jika ingin memanfaatkan sistem gadai. Pandemi seperti ini biasanya membuat orang memiliki ide kreatif. Dan sering kurang modal.

“Karena itu Pegadaian ini akan menjadi solusi”.(jdh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan