Geger Hilangnya Uang Nasabah Maybank Rp 22 Miliar

0
maybank-dibobol
MENGADU- Nasabah Maybank Solo, Candraning Setyo didampingi suaminya dan dua pengacaranya dalam jumpa pers di Kayu Manis Coffe & Steak, beberapa hari lalu. (sms.com/Ris)

*Kasus Serupa Terjadi di Solo

SOLO, sms.com– Raibnya uang nasabah yang tersimpan di lembaga perbankan saat ini menjadi trending topik. Setelah hilangnya uang nasabah Maybank Indonesia, Winda D Lunardi sebesar Rp 22 miliar yang heboh diberitakan belakangan ini, rupanya ada nasabah Maybank Cabang Solo yakni Candraning Setyo, uangnya diduga juga dibobol orang lain.

Kasus ini, awalnya sejak tanggal 11 Juni 2020, nomor ponsel Candraning Setyo mendadak tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi hingga beberapa hari. Lantaran nomor ponsel tersebut tidak aktif, korban datang ke salah satu provider di Jalan Slamet Riyadi menanyakan kenapa nomor telponnya tidak bisa berfungsi. Pihak provider lalu mengganti kartu ponsel milik korban yang baru namun tetap menggunakan nomor ponsel yang lama.

”Begitu nomor seluler klien kami telah aktif kembali serta nomor tersebut juga didaftarkan oleh klien kami ke PT Bank Maybank Indonesia di Jalan Urip Soemohardjo, Solo supaya terhubung melalui internet banking, namun ketika akan digunakan untuk transaksi dan membutuhkan print out, ternyata uang sebesar Rp 72 juta yang berada di rekening klien kami telah hilang,” tegas Gading Satria Nainggolan SH dan Gading Raja Edward SH mewakili Candraning Setyo dalam membeberkan kasus tersebut di Kayu Manis Coffe & Steak di Jalan Slamet Riyadi, Jumat (13/11/2020).

Nah untuk menanyakan pembobolan uang nasabah tersebut, lanjut Gading Satria Nainggolan, kliennya berusaha menanyakan ke Maybank.

”Namun sekitar satu bulan kemudian baru ada jawaban dari pihak bank, bahwa uang yang ada direkening dipakai oleh pemilik rekening, padahal klien kami tidak pernah menggunakan fasilitas internet banking (M2U) maupun mobile banking, baik melalui ponsel maupun perangkat lainnya, sehingga dapat kami pastikan bahwa klien kami tidak meninggalkan jejak-jejak digital yang dapat dilacak oleh pihak lain untuk disalahgunakan,” terang Gading Satria.

Namun kenyataannya, lanjut Gading, uang milik kliennya telah raib dengan bukti telah ada transaksi pemindahbukuan, pembelian barang, dan lain-lain yang tidak dilakukan oleh Candraning Setyo.

Adapun transaksi terjadi pada tanggal 11 Juni 2020 diantaranya untuk transaksi pemindahbukuan ke Bank BTPN a/n M. Rafli sebesar Rp 25.000.000, pemindahbukuan ke Bank BRI a/n Septian Hadi Prayitno sebesar Rp 25.000.000, untuk top up OVO ke nomor 08179883311 dan lainnya yang total transaksinya sebanyak Rp 72.653.000.

Dalam kasus dugaan pembobolan rekening ini, lanjut Gading, kliennya telah mengadu ke Polresta Surakarta, dengan Pengaduan Nomor: STBP/322/VI/2020/Reskrim, tertanggal 19 Juni 2020.

Adapun Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak melalui Kasat Reskrim, AKP Purbo Adjar Waskito mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

Terkait kasus ini, Juru Bicara Maybank Indonesia Tbk, Tommy Hersyaputera menjelaskan pengaduan nasabah yang merasa kehilangan saldo tabungan sebesar Rp 72 juta tersebut.

”Perlu kami jelaskan bahwa transaksi yang dilakukan melalui mobile (digital) banking dan bukan transaksi yang dilakukan di cabang,” tandas Tommy dalam rilisnya yang dikirim ke Suara Merdeka, Rabu (18/11).

Lebih lanjut, dia mengemukakan, Maybank Indonesia menerapkan standar keamanan sistem digital perbankan yang tinggi sebagaimana telah diatur oleh otoritas untuk memastikan integritas serta keamanan atas dana dan setiap transaksi nasabah.

”Terkait pengaduan nasabah yang kami terima sejak bulan Juni lalu atas kehilangan dana Rp 72 juta dalam rekening bank, penelusuran kami menunjukkan telah terjadi perpindahan dana melalui mobile banking nasabah,” urainya.

Kerahasiaan

Berdasar investigasi, tambah Tommy, juga menunjukkan bahwa transaksi perpindahan dana dari rekening nasabah kepada pihak ketiga dilakukan sesuai mekanisme dan telah melalui fitur keamanan yang ditetapkan dalam transaksi melalui mobile banking.

Lebih lanjut Jubir Maybank itu menjelaskan kepada nasabah untuk menjaga kerahasiaan User ID dan Password sebagai data yang bersifat pribadi yang dimiliki dan diketahui hanya oleh nasabah sendiri serta menjaga kerahasiaan Transaction Authorization Code (“TAC”) yang hanya dikirimkan ke nomor telepon seluler nasabah yang terdaftar dalam sistem.

Ditambahkan Tommy, sesuai hasil penelusuran tidak ditemukan pelanggaran (‘breach’) pada sistem mobile banking kami yang dapat menyebabkan pelanggaran akses atas rekening nasabah. Transaksi atas rekening  nasabah dilakukan sesuai dengan mekanisme akses dan fitur keamanan yang berlaku bagi transaksi melalui mobile (digital) banking.

Maybank Indonesia, kata Tommy, siap untuk membantu nasabah dan pihak otoritas, khususnya dalam penyediaan informasi yang diperlukan untuk investigasi dan penyelesaian pengaduan kasus ini. (ris)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan