Sederhana, Hari Jadi Karanganyar Diperingati Secara Virtual

0
hari-jadi-karanganyar-103
SEDERHANA – Upacara Hari Jadi ke-103 Karanganyar berlangsung sederhana di GOR RM Said. (sms.com/jdh)

KARANGANYAR,sms.com – Upacara hari jadi ke-103 Kabupaten Karanganyar diperingati secara virtual dalam upacara terbatas yang hanya dihadiri Forkompimda dan pejabat eselon II Karanganyar, di GOR RM Said, Rabu. Tidak seperti biasanya di Alun-alun dengan hiruk pikuk pertunjukan.

‘’Ini masa pandemi, sehingga kita harus menyesuaikan. Justru momen ini harus kita jadikan untuk momen  bangkit recovery dari suasana pandemi yang mau tidak mau menjadikan semua terpengaruh,’’ kata Bupati Juliyatmono.

Upacara memang berlangsung sederhana, dan diikuti seluruh kepala desa dan camat secara virtual. Setelah selesai upacara, semua melihat pelepasan balon dan 103 burung derkuku ke angkasa sebagai  kegiatan rutin yang tersisa pada peringatan hari jadi saat pandemi ini.

Tahun lalu saat peringatan di Alun-alun, masih ada marching band dari UGM, UMS dan lainnya, ada sendratari massal derkuku kridho, dan lainnya. Namun sekarang semuanya ditiadakan. Semuanya benar-benar hanya sederhana.

Bupati mengatakan, tahun 2021 dan 2022 mau tidak mau harus merupakan era kebangkitan. Karanganyar sudah menyiapkan UMKM agar terlahir dalam jumlah banyak, dan semua warga difasilitasi untuk bangkit. Sektor pariwisata digenjot menjadi tumpuan. Karanganyar beruntung memiliki potensi wisata religi, wisata adventure dan wisata keindahan alam yang bisa menarik.

‘’Kita beruntung karena wisata itu malah menarik untuk kalangan doomestik, dan kalangan menengah ke bawah. Dan itulah kelebihan Karanganyar yang bisa menjadi tumpuan kebangkitan ekonomi di masa pasca pandemi nanti. Karena itu UMKM didorong untuk bangkit,’’ kata dia.

Dan siapapun yang memimpin di tanbah ini secara warisan sejarah tidak bisa main-main. Di tempat ini lahir tokoh pengukir sejarah, mulai Brawijaya yang dinilai dan diyakini muksa di puncak Lawu, sampai Pangeran Sambernyawa yang jadi pahlawan nasional dan memulai berdirinya Karanganyar.

Sehingga secara kesejarahan tanah ini wingit dan tidak bisa dibuat main-main. Karanganyar tanah bertuah sehingga wajar jika kehidupan yang sesungguhnya di masa depan 2030 ada di Karanganyar. Daerah ini mesti menjadi center of live nusantara. Melihat Indonesia lihatlah Karanganyar.(joko dh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan