Tak Ada Kejelasan Biaya Saat Pandemi, Pengiriman TKI Berhenti

0
foto-ilustrasi-tki
FOTO ILUSTRASI/merdeka.com

KARANGANYAR,sms.com – Ketidakjelasn biaya di masa pandemi Covid-19 ini menjadikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Karanganyar yang biasa sekitar 400-an lebih menjadi terhenti. Semua negara tujuan tidak memberikan aturan jelas soal itu sehingga menyulitkan.

‘’Salah satu kendala, wajib tes swab, wajib karantina 14 hari ketika tiba di negara tujuan, semuanya tidak jelas. Bayangkan, biaya tes swab di Malaysia dipatok 150 ringgit, biaya karantina sehari 70 ringgit tidak jelas siapa ynang nanggung,’’ kata Herawati, Kabid Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Karanganyar, Selasa (17/11/2020)

Di sela-sela menyaksikan penandatanganan kerjasama dengan PT Pegadaian, dia mengatakan, kalau aturannya jelas yang menanggung PPTKIS (perusahaan pengirim TKI) akan jelas. Begitupun jika dibebankan ke perusahaan pengundang juga malah enak.

“Ini tidak jelas dibebankan ke siapa. Kan jumlahnya besar. Paling tidak 1.000 ringgit atau sekitar Rp 3,75 juta. Tahu-tahu saja tidak ada lagi tenaga kerja dikirim di masa pandemi. Juga warga Indonesia tidak boleh datang ke Malaysia bernego sekalipun,” jelasnya.

Dikatakan, Malaysia yang biasanya menjadi tujuan terbanyak TKI formal menjadi macet. Taiwan saja yang masih jelas mengijinkan TKI masuk. Yang lain seperti Singapura, Hongkong, Brunei dan lainnya tidak boleh.

Kalau masih ada beberapa permintaan itu dari dalam negeri, beberapa pusat kota seperti Jakarta, Bekasi, Bandung dan lainnya. Untuk TKI sudah berhenti total setelah pandemi sejak Maret lalu.

“Padahal sudah ada tandatangan kerjasama dengan industri di Johor Bahru 400 TKI formal, Kuala Lumpur ada sekitar 100-an orang dan sudah disiapkan alumni SMK di Karanganyar,” imbuhnya.

Hera tidak bisa memastikan kondisi seperti ini akan berlangsung sampai kapan. Yang jelas setelah pandemi ini surut baru bisa brgerak. Tentu harus memulai lagi pemanggilan satu-satu ke rumah. Sebab alumni SMK yang dijanjikan berangkat dulu sudah buyar semua. (jdh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan