Pembangunan Masjid Agung Karanganyar Dimulai, Pekerja Diminta Jaga Wudhu

0
masjid-agung-karanganyar

KARANGANYAR,sms.com – Peletakan batu pertama pembangunan masjid Agung akhirnya dimulai, menandai dikerjakannya proyek prestisius di era pandemi Covid-19. Proyek dimenangkan PT Mam Energindo Jakarta senilai Rp 89,4 miliar dari penawaran proyek senilai Rp 96 miliar itu. Masjid akan dikerjakan dalam waktu 390 hari kalender.

‘’Namun saya minta agar pada ulang tahun atau hari jadi Karanganyar tahun 2021 masjid sudah bisa diresmikan dan selanjutnya digunakan untuk aktifitas ibadah warga. Tentu perlu kerja keras namun saya kira semua bisa diperhitungkan,’’ kata Bupati Juliyatmono saat acara, Rabu.

Satu hal, Bupati meminta agar semua pekerja yang menggarap proyek ini menjaga wudhu, sehingga semua dalam keadaan suci. Sebab ini membangun masjid, tidak sembarang bangunan. Sehingga ketika semua dimulai dengan keadaan suci diharapkan hasilnya akan baik.

Dia berangan-angan masjid Agung Karanganyar akan menjadi seperti masjid Nabawi di Madinah, dengan kehidupan masyarakatnya yang tenteram, damai, dan saling bertoleransi. Sehingga jika ingin menikmati kehidupan damai, islami, datanglah ke Karanganyar.

Darmanto, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Karanganyar yang dimintai tanggapan soal waktu pengerjaan yang selesai dalam waktu setahun tepat, mengatakan, jika rekanan mau bekerja keras dengan mengerahkan kerja lembur, proyek ini bisa selesai dalam setahun. Sebab dari perhitungan teknis sudah dihitung dan bisa.

Proyek ini sudah dianggarkan sejak 2019 dan memang direncana multi years sejak APBD 2019, 2020, sampai terakhir 2021. Sejak Agustus tahun lalu bangunan di sekitar masjid sudah dibersihkan. Namun pembangunannya tertunda sampai lebih dari setahun baru dimulai.

Masjid dilengkapi empat menara di antaranya satu menara akan dilengkapi lift yang bisa digunakan untuk melihat pemandangan dari atas. Termasuk empat buah payung di halaman yang diminta kualitasnya seperti payung masjid Nabawi. Tim sempat study banding melihat payung Masjid Agung Jateng di Semarang yang dinilai kualitasnya jelek.

‘’Jangan sampai payungnya seperti itu tidak bisa mengembang,’’ kata Bupati.(jdh)

Tinggalkan Pesan