Radio Solo Belajar SD Muhammadiyah 1 Solo Dimonitor Kemdikbud

1
siaran-radio-sd-muhammadiyah-solo
SIARAN: Subkoordinator Perancangan Pusat Data dan Teknologi (Pusdatin) Kemdikbud Agus Triarso menjajal siaran di Radio Solo Belajar milik SD Muh 1 saat monitoring dan evaluasi program bantuan kuota internet di tengah wabah Covid-19. (sms.com/dok)

SOLO – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menjadi jujukan Subkoordinator Perancangan Pusat Data dan Teknologi (Pusdatin) Kemdikbud Agus Triarso
saat monitoring dan evaluasi program bantuan kuota internet di tengah wabah Covid-19.

Pada kesempatan itu, Agus Triarso menyaksikan operasional Radio Solo Belajar milik SD Muh 1 yang digunakan sebagai media pembelajaran selama pandemi.
Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti mengatakan siswa belajar di rumah (BDR), kami lakukan pembelajaran secara daring. Mengkombinasikan youtube dan radio. Radio streaming pertama dan satu-satunya di Kota Solo.

Ditambahkan, seluruh guru wajib bisa siaran, memberikan materi pada siswa. Untuk menjamin kualitas pembelajaran melalui radio, peserta didik kemudian diberi tugas seputar materi yang disampaikan.

“Setiap hari kami berikan pembelajaran dengan penugasan secara daring sebagaimana kegiatan PBM di sekolah, cuma pelaksanaannya di rumah,” ujarnya
Visi Radio Solo Belajar, lanjut Sayekti adalah menjadi radio siaran pendidikan, menebar pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan di Surakarta.

Menanggapi informasi dari kepala sekolah tersebut, Agus berpesan agar radio solo belajar untuk menjadikan belajar kalian lebih bermotivasi, lebih menarik dan bermanfaat tentunya.

“Kita akan banyak mendapatkan pelajaran-pelajaran, yang sangat bermanfaat untuk mendukung pemahaman materi selama belajar dari rumah. Manfaatkan betul radio solo belajar,” tandas Agus dalam testimoninya.

Sementara itu terkait kegiatan monitoring, Sayekti mengemukakan jika sekolah meminta wali murid mengisi blangko instrumen. Apakah kuota internet kemdikbud untuk belajar di rumah, bagaimana cara menggunakan kouta, apakah nomor ponsel telah menerima kouta internet kemdikbud dan apakah besar kuota internet mencukupi.

“Selain itu, menjelaskan bagaimana aktivitas pembelajaran di rumah yang dilakukan oleh siswa,” ungkapnya.(evi)

Editor : Sarmun

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan