Kisah Kemanusiaan, Mantan Bupati Rina Iriani Jenguk Manusia Tinggal Tulang Belulang

0

KARANGANYAR,sms.com – Sosok legendaris Bupati Karanganyar Rina Iriani masih melekat di mata warga Karanganyar. Karena itulah jika ada sesuatu, ada lapisan warga mencari mantan orang nomor satu di bumi intanpari itu. Apalagi setelah tahu dia sudah ada di Karanganyar ini.
Salah satunya warga Sringin, Jumantono Dwi Rahayu ini, yang melaoor sakit berat dan minta dijenguk.

Dan saat menjenguk, begitu dikabari, Rina tak kuat menahan tangis saat menjenguk Dwi Rahayu (37) karena kondisinya yang bisa disebut manusia tinggal tulang Senin (23/11/2020). Dwi Rahayu warga Dusun Kranjan Rt03/05 Desa Sringin, Jumantono, Karanganyar itu menderita penyakit aneh yakni badannya mengecil hingga tulangnya habis, sehinhga untuk duduk pun tidak bisa.

Rina datang bersama keluarga langsung menuju rumah orang tua Dwi Rahayu, pasalnya semenjak wanita itu menderita sakit langsung dicerai oleh suaminya karena sakit kritis tinggal tulang tidak bisa apa-apa kecuali hanya tergolek ditempat tidur saja sejak tiga tahun lalu. Sedangkan dua anaknya yang masih usia 10 tahun dan 13 tahun ikut tinggal dirumah neneknya bersama Dwi Rahayu.

Adapun prihal penyakit tersebut, lanjut Bu Rina panggilan akrab mantan bupati tersebut banyak versi ada yang menyebut karena sakit diabetes dan ada juga yang mengatakan sakit dalam dan sakit lainnya.

“Saya juga heran kalau hanya sakit diabetes dan sudah berobat ke banyak dokter masak sampai tinggal tulang lun tidak kuat menyangga badannya sendiri hingga untuk duduk di kursi pun tidak bisa,” ujar Bu Rina.

Padahal berdasar pengakuan keluarga, Dwi Rahayu sudah pernah opname dan dibawa kebanyak dokter tapi tidak ketemu juga penyakitnya. Pun akhirnya keluarga putus asa tak tahu harus kemana berobat, apalagi Dwi Rahayu tidak memiliki BPJS.

Melihat kondisi tersebut Bu Rina tak kuasa menahan tangis dan langsung memberikan bantuan sejumlah uang dalam amplop besar.

Tragedi Kemanusiaan

Bu Rina mengatakan riwayat hidup Dwi Rahayu hanyalah sebagai ibu rumah tangga biasa dengan pekerjaan serabutan. Saat itu penyangga ekonomi adalah suaminya sebagai buruh swasta.

Namun semenjak Dwi Rahayu menderita sakit tersebut, suaminya mencerikan wanita malang itu, sehingga harus rela hidup bersama dua anaknya dan tinggal dirumah ibu kandungnya.

Terhitung sudah tiga tahun Dwi Rahayu hanya tergolek ditempat tidur ditemani dua anaknya yang masih kecil. Sedangkan untuk penghidupan makan terpaksa ndompleng di rumah ibunya.

“Ngeri sekali dan ini satu dari sekian tragedi kemanusiaan yang menimpa Dwi Rahayu. Kiranya perlu perhatian dari Pemkab Karanganyar serta semua pihak untuk membantu Dwi Rahayu,” tuturnya.

Dijelaskan Bu Rina bahwa dirinya mengetahui kejadian itu setelah Dwi Rahayu mendengar Bu Rina sudah kembali di Karanganyar. Sebab sebelumnya Dwi Rahayu mengaku pernah kenal Bu Rina sebagai bupati, sehingga Dwi Rahayu meminta tolong keluarganya untuk mencari Bu Rina dan akhirnya ketemu juga.

“Saya lupa ingat tapi yang jelas saya ingin berusaha membantu dan mengajak Masyarakat Karanganyar berbuat sesuatu untuk membantu Dwi Rahayu karena sangat menyedihkan tragedi kemanusiaan yang dialami,” ungkapnya.

Apalagi keluarga Dwi Rahayu mengatakan hingga sekarang belum pernah mendapat bantuan dari Pemkab Karanganyar. Terutama bantuan pengobatan serta nasib sekolah dua anaknya.
Akhirnya Rina memohon ke Kadinkes Karanganyar Purwati untuk membuatkan BPJS untuk Dwi dan dirawat di rumah sakit. Jika juranf dana, Rina yang akan menanggung
(Joko dh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan