1440 KPPS Reaktif, 600 Sampel Dikirim ke RSUD Moewardi

0
rakor-pilkada-klaten
RAKOR COVID : Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko memimpin Rakor Penanganan Covid di Pendapa Pemkab Klaten, Kamis (26/11/2020).(sms.com/mer)

*Disiapkan 3 RS Bagi Ibu Hamil Positif Covid

KLATEN,sms.com – Ditemukannya 1.440 orang PPK,PPS, KPPS dan petugas ketertiban Pilkada Klaten yang reaktif saat rapid test, menuntut Pemkab Klaten menyiapkan skenario cadangan. Diharapan, saat Pilkada, semua sudah siap, namun bila ada yang berhalangan maka disiapkan petugas pengganti.

‘’Dari 29.000 PPK,PPS, KPPS dan petugas ketertiban Pilkada yang dirapid, ada 1.440 yang reaktif. Semua sudah langsung di swab, kini tingga tunggu hasil swab. Di RS UNS antre sudah 2 hari tertunda itu pun masih harus 3 hari lagi, kemarin kita berikan akses ke RS Moewardi, 600 lebih sampel dikirim ke sana,’’ ujar Pjs Bupati Klaten Sujarwanto Dwiatmoko.

Hal itu ditegaskan usai memimpin Rakor Penanganan Covid Bidang Kesehatan Tingkat Kabupaten Klaten di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (27/11). Acara dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Cahyono Widodo, Asisten 1 Sekda Klaten Ronny Roekmito, Puskesmas dan bidan desa.

‘’Hasilnya (swab) segera dilaporkan, hanya perlu 24 jam, saya tunggu laporannya,’’ tegas dia. Untuk mencegah penularan covid-19, total ada 29.000 petugas di 2550 TPS dipastikan bersih dari covid-19.

‘’Jangan sampai ada hambatan pelaksanaan Pilkada. Sudah dihitung, masa kambuh 14 hari. Tapi untuk mengantisipasi bila ada yang berhalangan, sudah dimunculkan skenario, yakni PNS yang diijinkan untuk jadi pengganti. Guru-guru bisa di BKO kan,’’ tegas dia.

Kondisi Klaten yang semua pada grade rendah sudah menjadi tinggi sekarang, misalnya angka penelusuran atau analisis PCR yang pada awal November masih di angka 60-70 persen, kini sudah menjadi 279 persen.

‘’Target penelusuran 1/mill dari jumlah penduduk, yakni sekitar 1.340 orang. Sudah dua minggu ini melebihi target. Dua pekan terakhir diangka 3300, akhirnya dalam angka perbandingan di provinsi sudah membaik,’’ ujar dia.

Pantau Ibu Hamil

Sementara itu, Puskesmas dan bidan desa diminta aktif melakukan pemantauan dan penelusuran ibu hamil positif covid-19. Sebaiknya dilakukan swab 1 smapai 1,5 bulan menjelang kelahiran. Bila terdeteksi positif covid-19, maka harus dijadwalkan dan didaftarkan ke RS terdekat untuk penanganan kelahiran secara khusus.

Pemkab Klaten sudah menyiapkan 3 RS, yakni RSST dr Soeradji Tirtonegoro, RSUD Bagas Waras dan RSI Klaten. Sudah disiapkan ruang bedah dan ruang rawat inap khusus untuk proses persalinan ibu positif covid-19.

‘’Bila ada temuan kasus, Puskesmas segera lapor ke Dinkes dan Dinkes bisa mengendalikan pelayanannya. Camat diminta buat laporan harian kasus terkonfirmasi, suspect dan kontak erat perdesa, agar daerah merah bisa dipetakan perdesa,’’ tegas dia.

Menurutnya, tiga kali publikasi data perdesa secara mingguan bisa melegakan banyak orang dan bisa membangun persepsi publik yang baik. Mencegah klaster perkantoran juga bisa meningkatkan kepercayaan publik. Kini, Puskesmas Kemalang, Ceper dan Jambu Kulon yang sempat ada kasus positif sudah dibuka kembali.(mer)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan