Pupuk Bersubsidi Jadi Rebutan di Wonogiri

0
pupuk-bersubsidi-wonogiri
MENANAM PADI : Para petani menanam padi di wilayah Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (sms.com/ky)

WONOGIRI,sms.com – Sebagian petani di Kabupaten Wonogiri mengalami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Hal itu diduga karena masa tanam pertama (MT 1) berlangsung serempak sehingga permintaan pupuk sangat tinggi.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop & UKM) Wonogiri Sunardi menerangkan, musim hujan yang datang secara merata membuat petani menanam secara bersamaan. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengecekan di Kios-kios Pupuk Lengkap (KPL), baru-baru ini.

“Kemarin saya cek, memang kosong. Tetapi katanya besok (pupuknya) datang. Jadi begitu pupuk datang, langsung habis, petani berebut,” terangnya, Kamis (26/11).

Pembagian pupuk bersubsidi menurutnya bisa lebih terkendali jika diatur sendiri oleh kelompok tani. Kelompok tani bisa mengambil pupuk secara kolektif untuk para anggotanya, kemudian dibagikan secara merata kepada seluruh anggota kelompok tersebut.

Jika petani kehabisan pupuk bersubsidi, dia menyarankan membeli pupuk nonsubsidi. Harga pupuk nonsubsidi lebih mahal, tetapi kualitasnya lebih bagus. Dia juga mengingatkan agar petani tidak membeli pupuk palsu karena kualitasnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi di Wonogiri sudah mengalami lima kali realokasi. Pada realokasi ke lima, alokasi pupuk NPK sebesar 21.742 ton atau bertambah 200 ton, alokasi pupuk ZA sebesar 4.718 ton atau bertambah 28 ton, alokasi pupuk SP36 sebesar 4.425 atau bertambah 156 ton, dan alokasi Petroganik sebesar 6.900 ton atau naik 300 ton dari realokasi ke empat lalu.

Sebelumnya diberitakan, selama beberapa pekan ini, sejumlah petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Padahal, sekarang sudah waktunya memasuki MT 1 sehingga membutuhkan banyak pupuk.

Juru bicara Fraksi PKS DPRD Kabupaten Wonogiri Jarmono mengatakan, sekarang sudah masuk musim hujan. Di saat inilah petani membutuhkan pupuk agar tanaman bisa berproduksi dan mendapatkan hasil yang baik.

“Tapi justru ketika kita butuh pupuk, di mana-mana malah terjadi kelangkaan,” katanya saat sidang paripurna di DPRD Kabupaten Wonogiri, Selasa (24/11/2020). (ky)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan