RSUD Karanganyar Buka Lowongan Pekerjaan, Permohonan Kartu Prakerja Membludak

0
kartu-prarakerja-karanganyar
KARTU PRAKERJA – Pencari kartu prakerja yang membeludak di Karanganyar. (sms.com/jdh)

KARANGANYAR, sms.com – Pemohon kartu prakerja atau kartu kuning di Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja dan Koperasi di Karanganyar membeludak dalam dua hari ini. Ada 400-an tenaga kerja yang meminta dibuatkan kartu itu.

Penyebabnya ada lowongan kerja di RSUD Karanganyar untuk menjadi karyawan yang akan didanai dengan dana Badan LayananUmum Daerah dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebanyak 56untuk nakes di BLUD dan 24 nakes untuk BKO.

Karena persyaratannya salah satunya dengan menyertakan kartu prakerja, maka ramai-ramai naker di Karanganyar mencari kartu tersebut. Herawati Kabid Penempatan Perlindungan dan Pelatihan Naker membenarkan hal itu.

‘’Sebelumnya Dinkes pernah rasan-rasan tentang kartu prakerja itu, ternyata di kemudian hari ada pengumuman pembukaan nakes di RSUD dari dana BULD dan BOK, Lowongannya tidak sedikit, mulai apoteker, perawat, sopir, tenaga administrasi umum dan lainnya, sehingga banyak yang tertarik,’’ kata dia, Jumat (27/11/2020).

Yang kejatuhan kerjaan jelas bidangnya yang memang bagian mengeluarkan kartu prakerja. Sehingga ada lonjakan. Sehingga pihaknya terpaksa mencari bantuan tenaga dari instansi lain yang memang eks karyawan Disdagnakertrans bagian pelayanan kartu prakerja yang memang berpengalaman.

Ada 198 orang yang meminta kartu prakerja pada hari pertama dan ada antrean panjang sekitar 100-an lebih di hari Jumat. Karena pendaftaran baru ditutup Sabtu, ada kemungkinan pencari kartu prakerja juga sampai Jumat siang.

Dia menyarankan, sebetulnya ketika seseorang lulus sekolah dan langsung mencari kartu prakerja, tidak akan terjadi antrean seperti itu. Sebab kartu prakerja tidak ada kadaluwarsanya dan bisa digunakan sewaktu-waktu. Sehingga untuk prepare atau siap-siap jika seperti ini.

“Apakah ada syarat khusus? Herawati mengatakan, tidak ada. Hanya fotocopy ijazah yang dilegalisasi, foto 3×4, KTP saja. Lainnya tidak. Layanan ini juga tidak berbayar dan gratis. Hanya kalau pas berjubel seperti ini menjadi tidak nyaman,” terangnya.

Saat ditanya apakah antreaan pencari suray kuning melanggar protokol kesehatan? Dia mengatakan, sejak awal naker sudah diperingatkan agar menjaga protokol kesehatan. Maskernya bisa ditepati namun antreannya yang sulit. Mereka pilih bergerombol, sehingga kita hanya bisa mengingatkan saja.(jdh)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan