Joko Yuwono Semangat Melatih Dari Atas Kursi Roda

2
porprov-2020
KURSI RODA : Pelatih wushu Klaten Joko Yuwono tetap bersemangat melatih atlet dari kursi rodanya di SMPN 1 Jogonalan Klaten.(sms/com/mer)

*KONI Gelar Monitoring Tahap II

DENGAN kata-kata yang sedikit terbats-bata, Joko Yuwono berteriak memberikan instruksi kepada atlet wushu binaannya. Pria yang Oktober lalu menjalani operasi otak itu, tetap bersemangat menggembleng 10 atlet yang dipersiapkan untuk Prorpov 2022.

‘’Awas, selalu lihat pukulan lawan, setiap pukulan akan mendapat nilai 1, bila membanting lawan bisa mendapat nilai dua. Tapi semua harus dilakukan penuh kewaspadaan. Jangan sampai lengah, setelah memukul justru terpukul,’’ katanya bersemangat.

Kondisi pelatih berusia lebih dari setengah abad itu belum pulih benar usai dua kali menjalani operasi otak di RSUP dr Sardjito Yogyakarta, akibat stroke. Tapi semangatnya tak diragukan lagi. Dalam seminggu, dia masih rajin melatih meski harus diantar anaknya.

Baca : KONI Klaten Gelar Tirakatan dan Sarasehan Haornas

Kebetulan putrinya Dear Ainin juga mantan atlet wushu yang kini juga sudah menjadi pelatih. Bapak dan putrinya itu, menjadi tulang punggung pembinaan wushu di Klaten. Kebetulan, Kepala SMPN 1 Jogonalan menyediakan tempat untuk latihan dengan protokol kesehatan.

‘’Usahakan ke tengah lapangan, jangan sampai terdorong keluar lapangan. Ingat teknik yang sudah diajarkan dan selalu fokus. Semua potensi atlet akan berkembang dengan sering berlatih dan try out. Namun kondisi pandemi membuat try out sulit dilakukan,’’ tegas dia saat tim monitoring dan evaluasi (monev) KONI meninjau latihan.

Dedikasi Joko Yuwono untuk pembinaan wushu sudah tak diragukan lagi, bahkan gang depan rumahnya di Perumbahan Krapyak, Klaten pun dikenal dengan gang wushu. Sayangnya, atlet binaannya kadang harus pergi ke kota lain karena pekerjaan dan sebab lain.
Kepada tim monev KONI, dia mengutarakan harapan dan kendala yang dihadapi untuk persiapan Porprov. Saat ini, KONI menerjunkan 10 tim untuk memonitor persiapan Porprov di 31 cabang olahraga. Masing-masing tim beranggota 2 personel yang bertugas memantau 3 sampai 4 cabang olahraga.

Baca : Peringatan Haornas Klaten, KONI Gelar Sarasehan Haornas dan Pemberian Penghargaan

‘’Kami lakukan monev untuk memantau persiapan yang dilakukan semua cabang olahraga. Apakah pelatih sudah membuat program latihan, dan mencatat semua track record atletnya. Ini penting untuk mengetahui perkembangan atlet, peluang medali dan apa kendala yang dihadapi,’’ kata Ketua Umum KONI Klaten Parwanto.

Dia menambahkan, monitoring awal sudah dilakukan Oktober lalu sebelum dilakukan seleksi atlet Porprov. Monitoring kedua digelar Desember setelah cabang olahraga melakukan seleksi atlet, November lalu.

‘’Rencananya, monitoring akan dilakukan rutin tahun 2021 untuk mengetahui perkembangan latihan yang dijalani. Selain latihan fisik dan teknik, mental atlet juga perlu digembleng untuk meningkatkan rasa percaya diri,’’ tegas Parwanto.

Baca : KONI Harus Jadi Organisasi yang Sehat

Mulai dari sepak bola, atletik, beladiri, renang, gantole, renang, panahan dan cabang olehraga lain, dipantau. Tim juga mendata kebutuhan latihan yang diperlukan, sehingga KONI akan lebih mudah dalam mengalokasikan anggaran pembinaan.
Para Porprov 2022, KONI Klaten menargetkan masuk 10 besar dengan 34 emas, 33 prak dan 23 perunggu. Upaya itu sudah dilakukan dengan peningkatan kapasitas pelatih melalui pelatihan. Bahkan, pelatihan juga mendapatkan pelatihan fitness untuk mengetahui kebutuhan atletnya.(mer)

Editor : Sarmun

2 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan