Pariwisata Minat Khusus Punya Potensi Terus Dikembangkan

0
wisata-sragen
PROTOKOL KESEHATAN: Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti membuka Bintek Pengembangan Wisata Minat Khusus Melalui Media dan Penerapan CHSE di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (5/12/2020). Bintek digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. (sms.com/bas)

SOLO,sms.com – Meski terdampak dan mengalami penurunan, sama dengan wisata lainnya, namun wisata minat khusus punya potensi untuk terus dikembangkan. Wilayah Solo Raya, yang terdiri atas satu kota dan enam kabupaten memiliki potensi pariwisata minat khusus.

Subkoordinator Promosi Wisata Minat Khusus Buatan I Kemenparekraf, Heri Retno Indriyani menyampaikan, wisata minat khusus secara umum dibagi menjadi tiga. Yakni wisata alam, wisata budaya dan wisata buatan.

”Wisata minat khusus sebenarnya sudah ada di banyak daerah, termasuk di wilayah Solo Raya,” kata Retno, yang ditemui di kegiatan Pembinaan Teknis (Bintek) Pengembangan Wisata Minat Khusus Melalui Media dan Penerapan CHSE di Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (5/12). Bintek selama dua hari itu dibuka Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti.

Baca : Menikmat Taman Hijau di Tengah Kota Sukowati

Kemenparekraf juga telah membuat protokol kesehatan untuk membuat para pelaku dan pengusaha di wisata minat khusus, agar bisa tetap melakukan aktifitasnya.

“Protokol kesehatan itu sudah kami buat, supaya pelaku atau pengusaha wisata tetap bisa menerima tamu dengan batasan-batasan tertentu,” kata Retno.

Retno menjelaskan ada banyak jenis pariwisata minat khusus yang selama ini berkembang. Namun secara garis besar pariwisata minat khusus dikelompokkan menjadi kategori wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Pariwisata minat khusus kategori alam antara lain wisata bahari seperti kegiatan diving, surfing dan segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata air. Sedang pariwisata minat khusus budaya seperti kuliner, heritage dan wisata kopi. Sementara kategori wisata buatan seperti wellness tourism atau wisata kebugaran.

Baca : Pengembangan Objek Wisata Gunung Kemukus Mulai Tahun Depan

Dia menyebut wisata minat khusus sebenarnya sudah ada di banyak daerah. Di Kota Solo misalnya, ada wisata batik yang merupakan warisan budaya, wisata Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hingga wisata kopi. Sedang di Kabupaten Karanganyar ada Rumah Atsiri di Kecamatan Tawangmangu, yang beberapa waktu terakhir cukup melejit. Pariwisata di Rumah Atsiri masuk kategori wellness tourism atau wisata kebugaran yang sedang tren. Di Tawangmangu juga ada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, kebun tanaman obat dan olahannya.

Disinggung lesunya sektor pariwisata selama masa pandemi Covid-19, Retno tidak memungkirinya. Tapi, dia optimistis sektor pariwisata segera bangkit pascapandemi Covid-19. Untuk itu dia menilai kesiapan dari semua pihak. “Masyarakat harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru saat ini yaitu menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas. Salah satunya dengan memakai masker, menjaga jarak, selalu mencuci tangan memakai masker,” tandasnya.

Baca : Wisata Malam Bakal Tersaji di Taman Sukowati

Wakil Ketua Komisi X DPR, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan sektor pariwisata merupakan salah satu andalan Indonesia. Dari sektor ini mampu menggerakkan sektor lainnya seperti kuliner dan perdagangan.

“Indonesia harus bisa memanfaatkan momentum pascapandemi Covid-19 sebagai momentum kebangkitan pariwisata nasional, “ kata Agustina.

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengemukakan, pariwisata itu tidak hanya sekedar mengunjungi tempat, tapi juga tentang bagaimana mempromosikan dan memasarkannya serta proses itu jangan sampai berhenti. Karena ada pandemi Covid 19, maka semua sektor harus berbenah menyesuaikan diri dengan pandemi Covid 19. Dimana bukan ditutup tapi dibuka dengan adanya protokol kesehatan. “Tempat wisata dicoba dibuka dengan protokol kesehatan Covid 19 dan diterapkan dengan disiplin, karena tidak mungkin ditutup terus,” tegasnya. (bas)

Editor : Sarmun

Tinggalkan Pesan