Mengajar Grammar Dengan Menggunakan Mind Map

0

Oleh : Aisyah Hafshah Saffura El-Muslimah*

DALAM pembelajaran bahasa, mahasiswa dituntut untuk dapat menguasai empat ketrampilan bahasa: membaca, menulis, menyimak dan berbicara. Grammar (tata bahasa) merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap pembelajar bahasa Inggris. Grammar memiliki peranan penting dalam bahasa Inggris karena padanya terletak makna dari sebuah ujaran maupun tulisan.

Namun demikian, fakta menunjukan bahwa banyak mahasiswa masih lemah dalam penguaasaan grammar. Lemahnya penguasaan grammar ini terlihat pada draft proposal skripsi dan tulisan mahasiswa yang masih banyak kesalahan gramatika.

Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Misalnya, faktor yang terkait dengan mahasiswa itu sendiri, faktor pengajar, faktor metode pembelajaran, atau aspek lain diluar itu. Faktor dari pembelajar juga sangat berpengaruh terhadap penguasaan tata bahasa mereka, misalnya faktor motivasi dalam belajar, gaya belajar (learning styles) dan strategi belajar (learning strategies).

Faktor lain yang mempengaruhi penguasaan kompetensi mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Inggris baik lisan mau-pun tertulis dengan tata bahasa yang tepat, adalah pengajar (dosen). Pengajar diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk berkomunikasi den-gan tata bahasa yang benar melalui penerapan berbagai teknik pengajaran tata bahasa.

Terkait dengan pembelajaran grammar, tren pengajaran grammar secara explicit mulai ditinggalkan seiring dengan derasnya pengaruh tren metode pem-belajaran baru yang lebih menekankan pada (salah satunya) aspek kelancaran (fluency). Banyak pengajar yang meninggalkan cara tradisonal mengajar grammar yaitu secara explicit dan deduktif. Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk belajar grammar secara mandiri sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Untuk mengatasi masalah di atas, penulis mempraktikkan mengajar grammar dengan menggunakan mind map, agar mahasiswa lebih cepat dan komprehensif mendapatkan gambaran yang utuh tentang materi grammar.

Mind Map adalah teknik pembelajaran yang mengembangkan gaya belajar visual.  Cara belajar  Mind Map adalah sama dengan bagaimanan otak bekerja yakni dengan mengaitkan beberapa informasi. Dengan bantuan gambar, simbol, ilustrasi visual, maka otak akan bisa bekerja secara lebih optimal dan akan mudah untuk mengingat informasi tentang grammar dalam bahasa Inggris.

Otak kiri yang mengandalkan rasional, numerik dan verbal akan bersinergi dengan otak kanan yang bersifat imajinatif, emosi, kreativitas dan seni. Dengan memaksimalkan potensi di kedua belahan otak ini, maka pembelajaran grammar diharapkan membawa hasil yang maksimal. Mind mapping merupakan sebuah metode untuk mengelola informasi secara keseluruhan melalui pemetaan peta pikiran berbetuk percabangan yang dituangkan langsung kedalam media tulis, baik kertas maupun digital. Umumnya, mind mapping berupa suatu percabangan dari bagan-bagan.

Mind mapping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep permasalahan tertentu dari cabang membentuk kolerasi konsep menuju suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung untuk mudah dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga, tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung cara kerja pikiran dan koneksi di dalam otak. Mind mapping memudahkan sesorang dalam memahami dan mendeskripsikan suatu hal atau materi yang sulit.

Orang yang membaca pun akan jadi lebih fokus pada poin pentingnya dan dapat menyimpulkannya ke dalam konsep yang lebih sederhana. Mind map memungkinkan otak untuk menggunakan semua gambar dan asosiasi dalam pola radial dan jaringan. Mind map merupakan sebuah teknik atau metode yang menginkorporasikan otak bagian kanan dan kiri untuk menerima berbagai macam ide baru. Visual yang dibuat dalam mind map dapat membantu kamu mengatur informasi yang baru diterima dan menentukan tema besar yang ada di dalam pembahasan tersebut. 

Setelah menentukan tema besar, mind mapping dapat membantu siswa/ mahasiswa menguraikan rincian dari tema tersebut dan memahami konsepnya secara menyeluruh. Tujuan utama dari mind mapping adalah agar pembelajar dapat memahami materi secara utuh, menyeluruh dan komprehensif. Adapun membuat mind map secara digital adalah sebagai berikut:

  1. Install mind map sofware yang ingin digunakan
  2. Cari File Mindmap software yang telah di download lalu buka file aplikasi Mindmap tersebut. Selanjutnya adalah proses untuk memilih lokasi penyimpanan, kemudian klik next. Langkah selanjutnya adalah proses mencentang pada pilihan yang disediakan, klik next. Aplikasi sudah siap di instal. Berikut adalah nama-nama Mindmap software yang bisa diinstal secara gratis, antara lain: FreeMind, iMindMap, NovaMind, OpenMind, Xmind, Mindmeister, MindMapple, Edraw Mindmanager (www.mindmanager.com), dan Mindomo (www.mindomo.com).
  3. Tentukan tema besar
    Langkah selanjutnya adalah menentukan tema besar atau konsep yang akan menjadi core utama di dalam mind map ini. Pastikan untuk meletakkan tema utama di tengah-tengah layar, agar penulisan cabang lainnya menjadi lebih mudah. Misalnya, kita akan menulis tentang kehidupan Benyamin Franklin.
  4. Buat sub-tema
    Setelah menentukan tema besar, tentukan juga tema turunan yang akan dihubungkan dengan garis bercabang. Ketika membuat cabang, usahakan untuk membuat garis yang tidak terlalu lurus. Hal ini ditujukan untuk membuat mind map tidak terasa begitu kaku dan mempermudah untuk memahami isinya.  Tips lainnya ketika melakukan mind mapping adalah tuliskan tema turunan menggunakan keyword yang berhubungan dengan tema utama. Selain mempermudah pemahaman, mind map akan menjadi lebih teratur dan terstruktur dengan baik.
  5. Gunakan warna
    Penggunaan warna yang menarik merupakan salah satu kunci utama agar mind map dapat digunakan secara optimal. Sebagai contoh, pengguna bisa membuat mind map dengan tema besar kehidupan Benyamin Franklin.  Lalu, tema turunan di masing-masing topik akan mengikuti warna dari topik besar tersebut.  Ketika siswa menggunakan warna untuk sub-tema atau topik-topik tertentu, maka otak akan lebih mudah mengasosiasikannya dengan topik tersebut. 
  6. Tambahkan gambar
    Sama halnya dengan warna, gambar juga dapat membantu otak dalam mengasosiasikannya dengan topik-topik tertentu. Simbol juga bisa digunakan untuk mendapatkan efek tersebut.  Misalnya, kita akan membuat  mind map tentang Benyamin Franklin. Di sub-tema Benyamin Franklin, siswa dapat memasukkan kata-kata seperti politician, partiot, scientist, dan enterprenuer dan gambar lain yang merepresentasikan sub-tema tersebut.  Selain membantu proses asosiasi otak, gambar juga dapat berfungsi sebagai pengganti kata-kata. Jadi, mind map tidak hanya penuh dengan kata-kata saja, tetapi juga divariasikan dengan gambar.
  7. Selanjutnya pada kegiatan asesment pembelajaran, mahasiswa  ditugaskan untuk membuat ringkasan grammar misalnya macam-macam tenses, adjective, noun, adverb, singular-plural dan materi lainnya dalam aplikasi mind map. Selain itu, mahasiswa diminta membuat ringkasan dengan tulisan yang menarik dan warna yang beragam sehingga ringkasan materi grammar terlihat menarik dan mudah dimengerti. Demikianlah tulisan ringan ini semoga bermanfaat.

*Mahasiswa DOKTORAL Universitas Negeri Semarang

Tinggalkan Pesan