300 Atlet Porprov Klaten Ikuti Tes Kebugaran

0
porprov-klaten
TES KEBUGARAN : Atlet hasil seleksi tim Porprov mengikuti tes kebugaran yang diselenggarakan KONI Klaten.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 300 atlet Porprov dari 31 cabang olahraga mengikuti tes kebugaran di komplek KONI Klaten, Jonggrangan, Klaten Utara, Klaten, Sabtu-Minggu (19-20/12/2020). Kegiatan itu sebagai bagian persiapan menghadapi Porprov, setelah dilakukan monitoring dan seleksi atlet November 2020 lalu.

Kondisi pandemi Covid-19 membuat pelaksaan tes kebugaran dilakukan sesuai protokol kesehatan. Untuk menghindari kerumunan, tes dilakukan dalam dua hari dan masing-masing dibagi dalam 3 shift, itu pun masih dibagi dalam kelompok masing-masing 10 orang.

Tes pun dilakukan di beberapa lokasi, yakni lapangan panahan, aula KONI, gedung Saroga, dan ruang fitness. Begitu datang, atlet harus cuci tangan, diukur suhu tubuh dan dibagikan masker. Kemudian, dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah.

‘’Tes kebugaran KONI Klaten diikuti 300-an atlet Proprov hasil seleksi. Karena masih pandemi, kami hati-hati jangan sampai terjadi penularan. Untuk mengurangi kerumunan, kegiatan dibagi dalam 2 hari. Sehari 3 shif, tiap shif dibagi 6 kelompok yang dites di lokasi berbeda,’’ kata Ketua Umum KONI Klaten, Parwanto.

Upaya itu dilakukan sesuai Surat Edaran KONI Jateng yang mengatur agar setiap kegiatan dibatasi maksimal hanya 50 orang. Jadi di tiap lokasi maksimal hanya 10 atlet dan petugas pencatat. Pada hari pertama total ada 166 atlet, dan hari kedua 157 atlet karena beberapa peserta absen.

Panitia Tes Kebugara, Jaka Sunardi dan Nurudin Priya Budi Santosa menerangkan, tes kebugaran meliputi 11 tes. Setelah dilakukan cek tubuh, 10 atlet menuju ke ruang fitness yang tes sit and reach, kecepatan reaksi dan tes keseimbangan.

Kemudian, tes iilionis Agility Run Test atau tes kelincahan di lapangan panahan sisi barat. Selanjutnya, tes shocken power dan koordinasi di lapangan panahan sisi timur, disususl tes kecepatan dengan lari sprint 30 meter di lapangan panahan sisi utara.

Lalu, ada tes hand grip dynamometer atau tes kekuatan genggaman di shelter panahan. ‘’Tes ini sangat diperlukan untuk beberapa cabang olahraga seperti panahan, tenis lapangan, softball, baseball, woodball dan lainnya,’’ kata Nurudin.

Kemudian, atlet masuk ke ruang rapat KONI untuk tes kekuatan otot kaki dengan vertical jump dan kekuatan tangan dengan push up di ruang rapat KONI. Setelah itu, tes kekuatan otot perut dengan sit up di shelter panahan.

Terakhir, peserta mengikuti multi stage fitnees test atau tes ketahanan dengan berlari bolak balik di gedung Saroga. Semua hasil tes dicatat oleh petugas dan dikumpulkan ke petugas KONI, untuk selanjutnya dilakukan evaluasi.

‘’Kebutuhan penekanan latihan fisik untuk masing-masing cabang olahraga berbeda. Ini tugas pelatih untuk membuat program latihan yang sesuai dengan kebutuhan atletnya. KONI sudah mempunyai fitness centre yang bisa dimanfaatkan untuk latihan sesuai kebutuhan,’’ ujar dia.

Ketua Umum KONI Parwanto berharap, tes kebugaran akan bisa mengetahui tingkat kebugaran atlet Porprov. Dengan begitu, pelatih bisa menyusun program latihan yang sesuai dengan kondisi atletnya.

‘’KONI Klaten menargetkan masuk 10 besar pada Porprov Jawa Tengah, jadi berbagai upaya dilakukan mulai dari peningkatan kapasitas pelatih, atlet dan penambahan sarana prasarana latihan,’’ tegas Parwanto.(Merawati)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan