Jadi Tren, Harga Katak Porang Menyentuh Rp 300.000/Kg

0
harga-porang-katak
TANAMAN PORANG : Supriyanto, pembudidaya porang Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri memperlihatkan kebun porangnya, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Tanaman porang semakin banyak dibudidayakan para petani di Kabupaten Wonogiri. Harga bibit porang yang berupa katak juga melambung tinggi, mencapai Rp 300.000 per kilogram.

Supriyanto, pembudidaya porang Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri menjelaskan, katak porang adalah buah yang tumbuh di antara batang tanaman tersebut. Katak bisa dijadikan bibit tanaman porang. “Harga kataknya sekarang sekitar Rp 300.000 per kilogram,” katanya, baru-baru ini.

Budi daya porang telah menjadi tren di wilayah Kecamatan Karangtengah dan sekitarnya. Tanaman umbi-umbian dari spesies amorphophallus muelleri itu banyak ditanam di lima desa, yakni Jeblogan, Purwoharjo, Ngambarsari, Temboro dan Karangtengah.

Para petani setempat sudah mulai merintis budi daya porang sejak tujuh tahun lalu. Supriyanto sendiri sempat merasakan satu kali panen raya dan dia semakin percaya diri menekuni budi daya porang.

Porang diambil umbinya untuk diolah menjadi bahan makanan mi sirataki, makanan pengganti beras di negara Taiwan, Korea dan Jepang. Sedangkan di Indonesia, umbi porang dikeringkan menjadi chip atau dijadikan tepung untuk diekspor ke negara-negara tersebut.

Pria yang menanam porang pada lahan 1,5 hektare itu mengungkapkan, setiap batang tanaman mampu menghasilkan tiga kilogram umbi. Adapun harga umbi porang di pabrik berkisar Rp 10.000 per kilogram.

“Pada Juni 2021 mendatang saya memprediksi panen raya porang,” kata Supriyanto yang juga Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Wonogiri tersebut. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan