Keberhasilan Pendidikan Karakter di SD Dari Teladan Guru

0

SOLO,suaramerdekasolo.com – Program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta menggelar webinar bertema “Penguatan Karakter Peserra Didik SD Melalui Ednopedagogi di Masa Pandemi” di studio mini kampus tersebut.

Menurut ketua pelaksana, Oktiana Handini, webinar nasional dan kuliah umum itu merupakan kolaborasi kegiatan program kerja Prodi PGSD FKIP.Unisri dan HMPS PGSD. Diikuti 367 peserta, dari PGSD semester satu, tiga, lima, dan tujuh. Tujuannya, untuk menambah wawasan para mahasiswa tentang topik bahasan perkuliahan secara luas serta meningkatkan kemampuan berfikir kritis, kreatif dan komunikatif para mahasiswa menanggapi kejadian di masyarakat umum.

“Kami berharap mahasiswa sebagai calon guru memahami pendidikan karakter dan etnopedagogi. Kelak bila menjadi guru, mereka mampu mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam mendidik dalam pembelajaran di sekolah dasar,” jelasnya.
Webinar nasional dan kuliah umum itu menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Etty Retnowati dan Sekretaris Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Dr Wuri Wuryandani.

Acara dibuka Dekan FKIP Unisri Sri Hartini. Dalam sambutannya, Hartini mengatakan, di masa pandemi ini sekolah banyak menggunakan teknologi secara daring. Tapi kalau dilihat ada kesenjangan dalam pendampingan orang tua, yakni terjadi selisih paham atau konflik pada orangtua.

“Hal seperti ini kita harus memahami perkembangan anak-anak SD. Mereka itu mengganggap guru paling pintar, paling super yang disebut teacher centred,” jelasnya.

Dalam webinar itu, Dr Wuri dari UNY Yogyakarta menyampaikan materi tentang “Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Berbasis Etnopedagodi di Sekolah Dasar”. Dikatakan, etnopedagogi merupakan aktualisasi pembelajaran yang berorientasi pada penanaman nilai-nilai kearifan lokal.

Etnopedagogi juga merupakan praktik pendidikan berbasis kearifan lokal dan bersumber dari nilai-nilai kultular suatu etnis dan menjadi standar perilaku. Dan nilai nilai budaya lokal itu perlu diwariskan pada peserta didik.

“Keberhasilan pendidikan karakter di sekolah dilihat dari teladan guru, karyawan, pimpinan sekolah, dan para pemangku kebijakan sekolah. Pendidikan karakter itu dilakukan
secara konsisten dan secara terus menerus,” jelasnya.(Langgeng Widodo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan