Tersangka Penembakan Bos Tekstil Ajukan Gugatan Praperadilan

0
sidang-penembakan-solo
SIDANG GUGATAN- Sidang gugatan praperadilan yang diajukan tersangka penembakan, Lukas Jayadi melawan penyidik Polresta Surakarta selaku termohon di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Jumat (8/1/2021). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Lukas Jayadi (72) yang menjadi tersangka kasus penembakan terhadap Bos Tekstil, Ny Indriati (72) mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Solo.

Sidang yang berlangsung, Jumat (8/1/2021), Penyidik Polresta Surakarta yang digugat praperadilan karena proses penanganan perkaranya dinilai tidak sesuai ketentuan KUHAP maupun peraturan lainnya.

Aktor terkenal yang pernah membintangi Sinetron Madun yakni Sandy Nayoan SH yang menjadi kuasa hukum tersangka mengatakan pentahapan penanganan perkara cacat hukum. Seperti saat dilakukan penangkapan terhadap kliennya tidak disertai dengan surat penangkapan, begitu pula saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka, petugas tidak menunjukkan surat penggeledahan kepada keluarga tersangka.

Proses penangganan perkara tersebut, lanjut Sandy Nayoan dan Hendriyatna SH, kuasa hukum tersangka lainnya, jelas tidak konstitusional.

Berbagai hal yang janggal itulah dijadikan dasar untuk mengajukan gugatan praperadilan. ”Kami mengajukan gugatan praperadilan perihal tahapan proses penanganan perkara mulai dari penangkapan, pemeriksaan, penetapan tersangka, penggeledahan, penyitaan barang bukti (BB), yang mana majelis hakim yang akan menguji sah atau tidaknya pentahapan penanganan perkara tersebut,” tandasnya.

Hal lain terkait peran kliennya yang dijadikan tersangka atas percobaan pembunuhan, lanjut Sandy, tidaklah tepat. Sebab posisi klainnya terpaksa menembak bodi mobil yang ditumpangi korban karena jiwanya terancam saat driver mobil berusaha menabrak kliennya hingga badannya jatuh. ”Meski dalam kondisi jatuh, kliennya melepaskan tembakan ke bodi mobil Alphard dengan harapan drivernya menghentikan laju mobil yang keluar dari bangunan yang disewa kliennya untuk pabrik roti (bukan bangunan sarang burung walet),” jelasnya.

Ditambahkan Sandy, apabila kliennya ada niat untuk membunuh korban, tentu saja hal itu bisa dilakukan disaat mereka berdua masih berada dalam satu mobil.

Aktor yang juga pengacara itu menambahkan, sidang gugatan praperadilan akan dilanjutkan pada Rabu (13/1) dengan agenda jawaban dari penyidik selaku termohon gugatan praperadilan.

Adapun Kasat Reskrim Polresta Surakarta, Kompol Purbo Adjar Waskito membenarkan adanya gugatan praperadilan yang diajukan tersangka melalui kuasa hukumnya tersebut.

Mewakili Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Kasat menegaskan kasus penembakan mobil Toyota Alphard AD 8945 JP di Jalan Monginsidi, Banjarsari, beberapa bulan lalu yang dapat mengancam jiwa korban itu, penanganannya sudah dilakukan sesuai prosedur atau sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam sidang praperadilan, lanjutnya, penyidik Polresta selaku termohon diwakili oleh bagian hukum Polresta Surakarta. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan