Foto Korban Jadi Sasaran Tembak

0
penembakan-solo
BEKAS TEMBAKAN- Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengecek mobil Alphard yang terkena tembakan di bodi depan maupun di kaca bagian depan saat mobil yang ditumpangi Ny Indriati itu diamankan di Polresta Surakarta, awal Desember 2020. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Kasus Penembakan Bos Tekstil

SOLO, suaramerdekasolo.com– Kasus penembakan terhadap Bos Tekstil, Indriati (72) yang dilakukan oleh Lukas Jayadi (72) di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Solo, awal Desember 2020 lalu, menimbulkan konflik baru.

Sebab tersangka Lukas Jayadi melalui kuasa hukumnya yakni Sandy Nayoan SH dan Hendriyatna SH mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Solo. Dimana penyidik Polresta Surakarta yang digugat.

Usai sidang pada Jumat (8/1/2021), kedua pengacara tersebut mengemukakan bahwa tersangka menembak mobil Alphard yang ditumpangi korban (Indriati) di lokasi kejadian karena ingin menyelamatkan diri setelah pengemudi mobil hendak menabrak tersangka hingga badannya jatuh ke tanah.

“Klien kami terpaksa melakukan penembakan ke body mobil hingga berkali-kali agar mobil yang dikemudikan driver berhenti,” jelas Sandy Nayoan, aktor bintang film yang juga sebagai pengacara tersebut.

Penjelasan kuasa hukum terdakwa kepada sejumlah awak media tersebut dibantah pihak korban melalui pengacaranya, Mohammad Saifuddin SH saat ditemui di salah satu rumah makan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Senin (10/1/2021).

Menurutnya, tidak benar kalau driver yang mengantar kliennya menabrak tersangka. Sebab saat tersangka turun dari mobil Alphard, berada di depan mobil sembari mengajak driver untuk turun. Driver korban yang melihat tersangka membawa pistol, tidak mau turun sambil mengunci mobil dari dalam lalu memundurkan mobilnya kemudian keluar dari gudang sarang burung walet menuju ke Markas Brimob untuk menyelamatkan diri.

“Dari posisi mobil mundur sedang tersangka berada di depan mobil, jelas sekali tidak ada niat driver untuk menabrak tersangka,” tandas advokat yang membuka praktik di Jalan RA Kartini No 3 Banjarsari, itu.

Dia menduga tersangka hendak menghabisi nyawa korban di gudang sarang burung walet. Karena di lokasi kejadian ditemukan tempat latihan menembak dengan sasaran wajah korban yang dicetak di kertas HVS dalam jumlah cukup banyak. Apalagi di lokasi juga ditemukan borgol.

“Korban disuruh datang ke lokasi oleh tersangka alasannya untuk ikut mendoakan agar usaha burung walet yang dikelola tersangka dapat berhasil,’ urainya.

penembakan-solo2
DIAMANKAN- Tersangka penembakan Bos Tekstil, Indriati yakni Lucas Jayadi saat ditangkap dan diamankan di Polresta Surakarta, awal Desember 2020. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

Saat tiba di lokasi, Mohammad Saifuddin, menduga tersangka hendak membawa korban ke dalam gudang untuk disekap atau bisa saja tersangka nekat membunuh korban.

”Jadi proses penanganan perkara yang dilakukan petugas, mulai dari penangkapan tersangka hingga penyitaan barang bukti (BB) sudah sesuai kenyataan,” tandas pengacara senior tersebut.

Adapun upaya tersangka untuk mengajak korban ke gudang sarang burung walet, lanjut Saifuddin, sudah berkali-kali dilakukan. Dengan cara beberapa kali menghubungi korban. Namun ajakan tersebut ditolak oleh kliennya.

Upaya tersangka juga pernah menggunakan orang lain agar bisa membujuk Indriati untuk bisa datang ke gudang sarang burung walet di jalan Monginsidi.

Agar orang lain yang masih kerabat korban berinisial S dapat membujuk Indriati, kata Saifuddin, tersangka menjanjikan uang Rp 400 juta diberikan kepada S. Namun saksi berinisial S baru menerima uang Rp 10 juta.

“Akan tetapi sebelum S dapat membujuk korban ke lokasi, sudah kedahuluan terjadinya penembakan mobil Alphard yang ditumpangi korban,” urainya. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan