Pendapatan Wisata Waduk Gajahmungkur Hanya Rp 900 Juta

0
wisata-wonogiri
PERAHU WISATA : Deretan perahu wisata bersandar di dermaga Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pendapatan di Obyek Wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur (OWSA-WGM) Kabupaten Wonogiri selama tahun 2020 lalu merosot tajam. Obyek wisata tersebut hanya mampu memperoleh pendapatan sekitar Rp 900 juta.

Kepala UPT Obyek Wisata Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto mengungkapkan, pendapatan tahun 2020 jauh berkurang bila dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. “Tahun 2020 hanya dapat sekitar Rp 900 juta. Padahal tahun 2019 lalu bisa sampai Rp 5 miliar dengan jumlah pengunjung hampir mencapai 400.000 orang,” katanya, Minggu (17/1/2021).

Selama 2020 lalu, obyek wisata itu hanya buka dari Januari sampai pertengahan Maret. “Sejak awal pandemi virus corona (Covid-19) atau sekitar pertengahan Maret lalu, obyek wisatanya sudah tutup,” imbuhnya.

Baca : Obyek Wisata Wonogiri akan Ditutup Lagi

OWSA-WGM sempat buka kembali saat diadakan simulasi pembukaan obyek wisata tanggal 28 November sampai 24 Desember lalu. Tetapi ketika memasuki libur Natal dan Tahun Baru, obyek wisatanya tutup lagi.

Dia mengungkapkan, seluruh perahu wisata dan wahana permainan tidak dioperasikan. Perahu wisata tidak dimanfaatkan untuk mencari ikan atau keperluan lain. “Perahu wisata itu berbeda dengan perahu nelayan. Jadi selama Covid-19 ini perahu wisatanya tidak digunakan sama sekali,” ujarnya.

Baca : Selama Lebaran Potensi Pendapatan Wisata Wonogiri Hilang Rp 2,5 Miliar, Akibat Pandemi Covid-19

Di sisi lain, para pedagang di area obyek wisata maupun operator wahana permainan dan perahu wisata terpaksa beralih profesi. Sebagian beralih profesi menjadi petani, nelayan, dan sebagainya.

Meskipun obyek wisata ditutup, perawatan satwa di Taman Satwa Waduk Gajahmungkur menurutnya tidak mengalami kendala yang berarti. Pasalnya, biaya perawatan satwa sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Wonogiri sekitar Rp 200 juta per tahun. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan