306 Warga Masih Bertahan di Pengungsian Kemalang

0
kapolda-cek-merapi
CEK LOKASI : Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi meninjau lokasi pengungsian di Desa Balerante, Kemalang, Klaten, Rabu (11/11).(sms.com/mer))

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Masih ada sekitar 306 warga lereng Merapi di Kabupaten Klaten yang bertahan di Tempat Evakuasi Sementara (TES). Data BPBD Klaten terakhir menyebutkan, ada 227 warga Desa Balerante dan 79 warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang Klaten bertahan di pengungsian.

‘’Hingga Minggu (17/1/2021) malam, warga masih bertahan di pengungsian karena Status Gunung Merapi tetap Level III (Siaga). Rekomendasi BPPTKG tidak ada yang berbunyi pengungsi boleh pulang, untuk pelaksanaannya diserahkan kepada Pemkab masing-masing,’’ kata Kabid 1 BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris, Senin (18/1/2021).

Dia menambahkan, pengungsi di TES Balerante berjumlah 227 jiwa, terdiri atas 29 bayi, 41 anak-anak, 29 lansia, 2 ibu hamil, 6 ibu menyusui, 8 difabel dan warga dewasa lainnya. Selain itu, ada 114 ternak sapi milik warga yang masih bertahan di kandang komunal Tegalweru.

Untuk Tegalmulyo ada 79 pengungsi, diantaranya 3 bayi, 15 anak-anak, dan 19 lansia, sisanya warga dewasa lainnya. Belum ada ternak yang dibawa turun ke lokasi pengungsian sementara. Untuk warga Desa Sidorejo belum mengungsi.

‘’Jumlah pengungsi masih stabil, meski sempat terjadi beberapa kali erupsi dengan lelehan lava pijar dan semburan awan panas ke arah selatan dan barat. Meski demikian, kami tetap siaga, warga juga waspada menghadapi kemungkinan erupsi,’’ ujar Haris.

Sabtu (17/1/2021) lalu, jumlah pengungsi di Desa Tegalmulyo mencapai 93 orang, sedangkan di Balerante tetap 227 orang. Jadi relatif sama dengan masa awal ketika BPPTKG merekomendasikan agar warga KRB III Merapi mengungsi.

Dia menambahkan, pada rapat koordinasi menghadapi bencana Merapi terakhir, Jumat (16/1) lalu, BPPTKG menyampaikan bahwa masih ada kemungkinan terjadi erupsi, sehingga merekomendasi agar radius 5 km tetap dikosongkan.

‘’Probabilitas erupsi cenderung ke erupsi leleran atau efusif yakni sebesar 40,3 persen. Kemungkinan erupsi eksplosif sebesar 21,5 persen, erupsi crypto eksplosif sebesar 20,6 persen dan intrusi sebesar 17,6 persen. Adapun arah aliran lava cenderung ke arah barat dan selatan,’’ tegas Haris. (Merawati)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan