Antisipasi Erupsi Merapi, Giliran Ternak Warga Didata

0
sapi-pengungsi-merapi
PENDATAAN: Petugas mendata ternak sapi milik warga di Dukuh Sumber, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Boyolali, Senin (18/1/2021). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Tak hanya keselamatan warga di kawasan lereng Merapi yang menjadi perhatian pemerintah. Ternak pun juga didata untuk memudahkan evakuasi jika terjadi erupsi Merapi.

Menurut Sekertaris Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Selo, Ody Dasa Fitranto, pendataan dilakukan di kawasan rawan bencana (KRB) III. Yaitu, Desa Tlogolele, Desa Klakah dan Desa Jrakah, semuanya masuk Kecamatan Selo.

Dijelaskan, hewan ternak warga juga bagian penting yang musti dievakuasi saat Merapi Erupsi nanti. Untuk itu, pihaknya berusaha maksimal agar penanganan hewan ternak dapat terlaksana dengan baik.

“Jangan sampai ada hewan ternak ketinggalan di rumah sehingga tak ada yang mengurus karena pemiliknya mengungsi,” katanya, Senin (18/1).

Tak hanya sekedar dievakuasi, namun juga harus diantisipasi agar hewan ternak warga tidak tertukar. Untuk itu, seluruh hewan ternak diregistrasi dengan memasangkan neck tag pada setiap telinga hewan ternak warga.

Pendataan dilakukan secara lengkap dan akurat. Mulai dari jenis hewan ternak, apakah sapi, kambing atau domba, serta jenis kelaminnya. Bahkan, bobot hewan ternak warga juga tak luput dari pendataan oleh para relawan.

“Kemudian jenisya apa ? Kalau sapi, apakah Simetal, Limosin, Perah atau PH.”

Setelah itu, hewan ternak tersebut difoto bersama dengan pemiliknya. “ Di neck tag ini juga diberi nomor registrasi. Sehingga saat setelah situasi Merapi normal tak ada hewan ternak yang tertukar.”

Hewan ternak yang telah diregistrasi ini akan memudahkan proses evakuasi hewan saat Merapi erupsi sewaktu-waktu.

Kadus Sumber, Desa Klakah, Kecamatan Selo, Slamet, menyambut gembira terkait pendataan ternak warga. Pendataan tersebut memberikan ketenangan bagi warga jika sewaktu- waktu terjadi erupsi Merapi. Di dukuhnya ada 107 ekor sapi dan kambing 15 ekor.

“Namun demikian, kami berharap kondisi Merapi bisa segera tenang kembali. Agar warga bisa beraktivitas normal seperti sebelumnya.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan