Angin Tornado Menyapu Waduk Gajahmungkur

0
angin-tornado-gajah-mungkur
ANGIN TORNADO : Sebuah angin tornado atau puting beliung terjadi di atas perairan Waduk Gajahmungkur, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Rabu (20/1). (suaramerdeka.com/Dok)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Sebuah angin tornado atau puting beliung berukuran besar terjadi di atas perairan Waduk Gajahmungkur, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Rabu (20/1/2021). Pusaran angin tersebut berlangsung sekitar 17 menit dan menyedot air dalam jumlah besar ke angkasa.

Kepala Desa Sendang, Sukamto mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00. “Sore ini, telah terjadi angin puting beliung dengan ukuran besar di atas perairan Waduk Gajahmungkur. Ini merupakan yang terbesar yang pernah saya lihat,” katanya.

Peristiwa itu bermula dengan mendung tebal di atas Waduk Gajahmungkur. Selanjutnya, dari bawah awan mulai terbentuk pusaran angin yang semakin lama semakin besar lalu menjulur ke daratan. Pusaran angin itu kemudian menyedot air dalam jumlah besar ke angkasa. Alhasil, warga sekitar waduk sempat panik melihat fenomena alam tersebut.

Sukamto mengungkapkan, fenomena angin tornado atau puting beliung sebenarnya selalu terjadi setiap tahun. Namun, angin tornado kali ini lebih besar dari pada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini besar dan durasinya lama, sampai 17 menit. Kalau tahun lalu kecil, durasinya hanya 3-4 menit tetapi unik. Uniknya, anginnya hanya diam di satu titik, tidak berjalan-jalan,” ujarnta.

Hingga sore kemarin, pihaknya tidak menerima laporan kerusakan atau korban akibat angin tersebut. Hal itu karena lokasi angin berada di atas perairan, bukan di daratan. “Saya sudah menghubungi para pemilik karamba, belum ada yang melaporkan kerugian materiil,” terangnya.

Meski demikian, dia berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada. Masyarakat diminta memangkas atau memotong pepohonan atau turus-turus jalan yang dirasa membahayakan untuk meminimalisasi dampak bencana.

“Dampaknya tidak berarti karena terjadi di atas air. Tapi seandainya terjadi di darat, akan mengakibatkan kerusakan besar. Maka dari itu saya minta masyarakat untuk memangkas pepohonan atau turus-turus jalan yang dipandang membahayakan,” pintanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan