Janjikan Rp 1 Juta, Pelaku Setubuhi Korban 2 Kali

0
pencabulan-karanganyar
PELAKU : Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono menunjukkan barang bukti kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan tersangka A, saat rilis kasus tersebut di Mapolres Karangnayar, Selasa (19/1/2021). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Satreskrim Polres Karanganyar menangkap A, warga Mojolaban, Sukoharjo, karena kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Pria 30 tahun ini diduga telah mensetubuhi AZ, gadis 12 tahun asal Sukoharjo sebanyak 2 kali, dengan menjanjikan uang Rp 1 juta kepada korban.

Tersangka ditangkap pada 12 Januari lalu di rumahnya, setelah polisi menerima laporan kejadian tersebut dari orang tua korban.

“Peristiwanya terjadi pada 27 Desember 2021 lalu. Namun dilaporkan ke polisi pada 12 Januari. Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku ditangkap di rumahnya,” kata Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Tegar Satrio Wicaksono, Selasa (19/1).

Kronologis peristiwa itu, berawal saat AZ diajak saksi AW untuk bertemu dengan tersangka A. “Tersangka A ini menyampaikan pada saksi AW, apakah korban bersedia diajak berhubungan intim. Tersangka akan membayar berapapun, jika korban mau. Saksi AW kemudian menyampaikan pada korban, akan dibayar Rp 1 juta jika mau melayani A,” jelasnya.

Korban yang butuh uang, menyatakan bersedia. Bertiga, mereka kemudian menuju ke salah satu hotel di Tawangmangu. Di tempat itu, tersangka menyetubuhi korban.

Setelah itu, korban berboncengan dengan pelaku kembali ke rumah. Namun di tengah perjalanan, A membawa AZ ke sebuah penginapan di kawasan Jaten dan kembali menyetubuhi korban.

Usai memuaskan hasratnya, korban diantar ke Alun-Alun Sukoharjo, sementara iming-iming uang Rp 1 juta yang dijanjikan tidak diberikan. Korban sampai di rumah pada 28 Desember pagi dengan kondisi agak linglung.

Orang tua korban yang merasa curiga, kemudian bertanya dan A menceritakan peristiwa yang dialaminya. Tak terima putrinya diperlakukan seperti itu, orang tua korban kemudian lapor ke polisi.

“Tersangka dijerat pasal 81 ayat 2 UU 17/2016 tentang Penetapan Perpu 1/2016 tentang perubahan kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Sebab telah melakukan tipu muslihat atau bujuk rayu pada anak untuk melakukan persetubuhan,” jelasnya.

Tersangka A mengaku melakukan hal itu karena ingin memuaskan hasratnya. “Saya mencari kepuasan. Uang Rp 1 juta yang saya janjikan belum saya berikan, karena masih kurang,” kata pria yang mengaku sudah berkeluarga dan punya 2 anak ini. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan