Terkait Kebijakan PPKM, Pedagang Kaki Lima Datangi DPRD Sukoharjo

0
hearing-pkl-sukoharjo
HEARING : Perwakilan PKl Sukoharjo menyampaikan uneg-uneg mereka di DPRD Sukoharjo, Rabu (20/1/2021). (suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Perwakilan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sukoharjo mendatangi DPRD untuk menyampaikan uneg-uneg mereka terkait dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Abel salah satu pelaku UMKM mengatakan sangat keberatan dengan kebijakan yang mengharuskan PKL khususnya malam, buka sampai pukul 19.00 WIB.

Karena itu dia berharap ada solusi yang lain terkait dengan hal itu, sebab waktu yang diberikan tersebut tidak berpihak pada PKL. Sudarsi, PKL lainnya mengatakan, meski saat ini sudah diperpanjang hingga pukul 21.00 WIB, namun hal itu masih dinilai belum berpihak.

“Waktu yang diberikan ini bagi kami para PKL yang mulai jualan pukul 17.00 WIB, sangat berat. Padahal jualan tidak selalu ramai, jadi kalau harus tutup pukul 19.00 WIB dan sekarang pukul 21.00 WIB ini sangat berat,” ujarnya.

Karena itu dia berharap ada solusi yang lain diberikan pemerintah terkait hal tersebut. Misalnya dengan memperpanjang jam buka namun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Pedagang lainnya mempertanyakan, jika pembatasan yang dilakukan itu atas dasar virus corona dan kerumuman, kenapa pasar tradisional sudah mulai pukul 23.00 dan berkerumun dibedakan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Wawan Pribadi yang didampingi Wakil Ketua Eko Sapto dan Siti Zakiyatun serta anggota Komisi II di gedung B menyatakan, dasarnya SE yang dikeluarkan Bupati merupakan tindaklanjut dari Keputusan Depdagri serta Gubernur Jateng. Dimana untuk mengantisipasi penyebaran corona, ada pembatasan.

“Dalam perjalanan waktu memang ada kontroversi, akhirnya SE dirubah menjadi pukul 21.00. Namun yang harus dipahami bersama, semangat Se itu bukan untuk mematikan ekonomi PKL, sebaliknya untuk mencegah penyebaran corona,” ujar Wawan.
Menurutnya, hal itu penting terlebih di Kabupaten Sukoharjo penyebaran virus corona juga sangat tinggi.

Kepala DKK Sukoharjo Yunai Wahdiyati yang juga hadir di sana menjelaskan, hingga saat ini di Kabupaten Sukoharjo terdapat 3.479 kasus corona. Dari jumlah tersebut ada 207 meninggal dunia. Bahkan, 10 rumah sakit yang ada di Sukoharjo sudah overload dan tidak mampu menampung pasien. (Heru Susilo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan