Longsor, Jalan Lintas Selatan Wonogiri Tertutup Beberapa Jam

0
jls-wonogiri-longsor
TERTUTUP LONGSOR : Para petugas berjaga di sekitar tanah longsor JLS di Dusun Sidorejo RT1 RW2 Desa Guwotirto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (29/1/2021). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Tebing di salah satu ruas Jalan Lintas Selatan (JLS) Km 48 Kabupaten Wonogiri tertutup longsor, Kamis (29/1/2021). Tanah longsor di Dusun Sidorejo RT1 RW2 Desa Guwotirto, Kecamatan Giriwoyo tersebut membuat lalu lintas sempat macet selama beberapa jam.

Kepala pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengungkapkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB.

“Terjadi tanah longsor di jalan nasional Km 48, tepatnya di di Dusun Sidorejo RT1 RW2 Desa Guwotirto, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri,” katanya.

Tanah longsor itu disebabkan hujan intensitas sedang dengan durasi lebih dari satu jam. Alhasil, tebing di jalan yang menghubungkan antara DIY, Wonogiri dan Pacitan itu terputus total.
Panjang longsoran tanah sekitar 15 meter dengan ketinggian sekitar 18 meter.

“Jalan tidak bisa dilalui kendaraan sehingga terjadi kemacetan,” ujarnya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Bina Marga Provinsi Jateng , Polres dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri. Bina Marga Provinsi Jateng kemudian mengirimkan alat berat untuk menyingkirkan tanah longsor.

Namun, upaya tersebut sulit dilakukan karena ada tiga bongkah batu berukuran besar bertengger di atas tebing.

“Kami harus meluncurkan batu di atas itu karena sangat membahayakan. Kalau batu sudah diluncurkan, tanah longsor baru bisa dibersihkan,” terangnya.

Adapun lalu lintas sepeda motor dan mobil berukuran kecil dialihkan ke jalan desa atau jalan alternatif. Namun, kendaraan-kendaraan besar hingga Kamis siang belum bisa melintas. Kondisi itu memunculkan antrean kendaraan besar di ruas JLS.

“Ke depan, tebing yang rawan longsor itu diharapkan dapat dikepras agar tidak terlalu curam. Tebing itu berada di lahan pribadi milik warga,” terangnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan