Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Terancam Kolaps

0
harga-telur-ayam
AMBIL TELUR: Peternak mengambil telur dari kandang peternakan ayam miliknya di Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. (suaramerdeksolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Para peternak ayam petelur dan ayam pedaging di wilayah Kecamatan Mojosongo dan Musuk Boyolali terancam kolaps. Pasalnya, harga produksi telur dan daging tidak menutup harga pembelian pakan.

Seperti dikemukakan Sutarno (46) peternak ayam petelur asal Dukuh madu Kulon, Desa Madu, Kecamatan Mojosongo. Dia mengaku, harga telur hanya Rp 16.000/kg. Penurunan harga terjadi sejak awal tahun.

“Namun penurunan drastis yang sejak seminggu terakhir ini,” katanya, Jumat (5/2/2021).

Diungkapkan, harga tertinggi sempat terjadi pada menjelang Natal tahun lalu. Saat itu, harga telur di tingkat peternak mencapai Rp 22.000. Namun, setelah itu harga berangsur- angsur turun hingga kini.

Saat ini dia mengaku, memiliki ayam sebanyak 3.000 ekor dengan 2.000 diantaranya sudah bertelur. Produksi telur rata- rata sebanyak 120 kg/hari. Sedangkan kebutuhan pakan mencapai 320 kg/hari.

“Harga pakan terus meningkat dan kini mencapai Rp 6.200/kg. Praktis, saya harus nombok ratusan ribu/hari.”

Untuk mengurani kerugian, dia terpaksa menghentikan pekerjanya yang biasa dibayar 1,6 juta/bulan. Kini semua kegiatan dari membersihkan kandang, memberi pakan dan minum hingga mengumpulkan telur dikerjakan sendiri.

Dia berharap ada perhatian pemerintah yang berpihak pada peternakan rakyat. Minimal bisa mendongkrak harga telur ayam di kisaran harga Rp 22.000/kg. Sehingga ada keuntungan dan bisa membayar pekerja.

“Peternak baru impas jika harga telur Rp 18.000/kg.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan