Pandemi Bergejolak, Pariwisata Rugi Telak

0
purwanto-lorin
FOTO DIRI : Dr. Purwanto, S.E., M.Par., CHA, sms.com/dok)

Oleh: Dr. Purwanto, SE MPar CHA*

PANDEMI….. mungkin kata ini lah yang selalu dibicarakan setiap hari di manapun, kapan pun, dan oleh siapa pun. Pandemi COVID-19 hampir 1 tahun telah menyebar di Indonesia. Padahal NKRI adalah Negara Kepulauan dan entah bagaimana singkat ceritanya bisa menyebar begitu cepat di seluruh NKRI. Sampai hari ini pun, kasus terkonfirmasi Covid-19 telah menembus 1 juta lebih dan terus menanjak tinggi.

Sepertinya, Pemerintah pun sudah mencoba berbagai kebijakan, seperti PSBB, PPKM, hingga vaksinasi untuk mengerem tingginya kasus terkonfirmasi, namun turunnya lonjakan kasus tersebut belum berpihak penuh pada kebijakan yang telah dilakukan. Selain itu juga, butuh kesadaran tinggi dari masyarakat agar bisa turut dalam mengerem lonjakan kasus ini. Tanpa adanya kesadaran tersebut, segala kebijakan pemerintah percuma untuk dilaksanakan dan perkiraan kapan pandemi ini berakhir menjadi semakin tidak terukur dan belum pasti.

Dalam tulisan saya kali ini, salah satu kebijakan yang saya bahas adalah kebijakan untuk bidang pariwisata. Saya rasakan bahwa bidang ini telah mendapat pukulan telak dengan adanya penyebaran wabah ini, kenapa? hingga hari ini, pendapatan/pemasukan bagi pengusaha jasa pariwisata semakin menurun dan banyak menemui berbagai masalah, seperti PHK, tunggakan listrik, BPJS, dan kewajiban lainnya semua tertunda.

Bahkan, ada yang sampai gulung tikar karena tidak ada nya pemasukan sama sekali dalam 1 bulan. Para pengusaha wisata pun dibuat semakin merugi telak dari hari ke hari. Kebijakan pemerintah yang selalu gonta-ganti ini juga turut mempengaruhi minat masyarakat untuk berwisata. Masyarakat menjadi ragu dan bahkan khawatir untuk liburan dalam waktu ini dan cenderung untuk menghabiskan banyak waktu di rumah saja. Bisa dihitung jari jumlah wisatawan dalam satu bulan yang berpergian wisata dan bahkan yang menginap di hotel. Hal ini sungguhlah membuat manajemen pusing tujuh keliling untuk bisa menyelamatkan bisnis ini, karena ada

puluhan bahkan ratusan karyawan yang mencari sesuap nasi dari bisnis ini. Ada beragam strategi juga diterapkan oleh manajemen agar menarik wisatawan, mulai dari diskon harga kamar, bonus makan, dan lain-lain, namun belum juga memberi dampak berarti. Hal ini memang mungkin tidaklah etis untuk dibahas secara terbuka, namun inilah fakta yang dihadapi saat ini.
Menurut saya, pemerintah daerah setempat perlu membuat inovasi yang kreatif dan bisa membuat gairah pariwisata bangkit kembali seperti dulu. Inovasi yang bisa menjamin kenyamanan para wisatawan di tengah pandemi ini. Adaptasi antara kebijakan berpegian bagi wisatawn yang ada saat ini perlu dikolaborasikan dengan inovasi pariwisata.

Selain itu juga, perlu melibatkan organisasi-organisasi pariwisata yang ada untuk duduk bersama membahas dan menemukan solusi terbaik guna kebangkitan kembali usaha wisata ini. Nothing is impossible, jika kita bergandengan bersama menemukan inovasi sebagai solusi permasalahan ini seperti karakteristik bangsa kita, yaitu muswayarah dan gotong royong.
Kita tidak bisa terus terlena dengan keadaan ini, sudah waktunya Pariwisata bisa bangkit kembali, memang motivasi ini agak aneh di tuliskan kala pandemi ini masih terus melonjak, tetapi kita pun tidak bisa hanya duduk diam tanpa ada gerakan apa pun.

Kita perlu terus bergerak, karena ada puluhan dan bahkan ratusan karyawan yang juga bekerja keras untuk terus menghidupi jalannya roda usaha ini dan tentunya demi menghidupi keluarganya, meskipun saat ini terbatas sekali pergerakannya. Kita perlu meyakinkan kembali kepada masyarakat bahwa pariwisata saat ini tetap aman dan selalu mengutamakan protokol kesehatan bagi setiap wisatawan yang ingin berkunjung atau menginap di hotel.

Optimisme harus selalu ada di setiap tantangan dan yakin akan membuahkan hasil yang memuaskan. Sebuah pepatah mengatakan “Pelaut yang hebat, tidak diciptakan dari laut yang tenang”.

**Doktor Program Studi Penyuluhan Pembangunan/Pemberdayaan Masyarakat tinggal di Surakarta

Tinggalkan Pesan