Pengacara Diperiksa sebagai Tersangka

0
pengacara-zaenal-mustofa
DIPERIKSA- Zaenal Mustofa SH (pakai jas hitam baju merah) yang menjalani pemeriksaan di Polresta Surakarta dalam kasus dugaan pengrusakan rumah, didampingi para pengacara, Senin (15/2). (suaramerdekasolo.com/dokumentasi)

*Kuasa Hukum Sebut Keterangan Saksi Berbeda

SOLO, suaramerdekasolo.com– Diduga sebagai penggerak aksi perusakan barang atau orang di sebuah rumah di Jalan Setyabudi, Gilingan, Solo, Zaenal Mustofa, pengacara yang tergabung di Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surakarta, diperiksa diĀ  Polresta Surakarta, Senin (15/2/2021).

Saat menjalani pemeriksaan, Zaenal Mustofa didampingi para koleganya yang juga sebagai advokat. Pemeriksaan berlangsung cukup lama mulai siang hingga petang.

Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Zaenal Mustofa sempat menyampaikan perihal perkara serupa yang dia laporkan ke Polresta Surakarta.

Salah satu kuasa hukum Zaenal yakni Zainal Abidin SH MH menjelaskan bahwa ada saksi memberikan keterangan berbeda atas kasus yang kini dijalani tersangka.

“Saat tersangka menjalani pemeriksaan, ternyata ada keterangan saksi yang berbalik 180 derajat. Jadi, yang disampaikan oleh pelapor dan saksi-saksi iti Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) justru akan menimbulkan akibat hukum,” tandasnya, Senin (15/2/2021)

Ketua DPC Peradi Surakarta tersebut mengrmukakan, ada dugaan keterangan palsu yang disampaikan saksi didalam BAP.

“Jadi, beberapa poin ada yang mengatakan Zaenal (ZM) mencekik, membenturkan ke dinding. Padahal rekan kami (Zaenal-red) sama sekali tidak menyentuh apapun,” jelasnya.

Advokat yang membuka praktik di wilayah Laweyan itu meyakini dengan adanya keterangan palsu dalam BAP, Polresta Surakarta tentunya akan melakukan keputusan yang sangat bijak.

“Di sisi lain, mungkin kita juga akan melaporkan adanya dugaan keterangan palsu. Karena di dalam BAP itu berbalik arah sama sekali,” jelasnya.

Selain itu, Zainal Abidin juga meminta agar penyidik tidak membeda-bedakan hukum. Sebab, menurutnya, pada waktu yang hampir bersamaan Zaenal Mustofa juga melaporkan pihak pelapor pada kasus yang sama dengan laporan Pasal 170 ayat (1) KUHP atau pasal yang kini menjerat Zaenal Mustofa.

“Jangan terjadi disparitas hukum, jangan membeda-bedakan. Kenapa dengan laporan yang sama, Zaenal bisa tersangka, tetapi di sisi lain sampai saat ini kita belum tahu sejauh mana penanganan perkara seperti yang dilaporkan Zaenal,” jelasnya.

Ketua Peradi Solo itu berharap orang yang dilaporkan Zaenal juga ditetapkan sebagai tersangka. Hal senada dikemukakan Zaenal Mustofa. Dia juga berharap, laporan dia segera diproses oleh penyidik.

“Karena waktu itu sama-sama ada pelaporan. Saya melaporkan pihak pelapor dan saya pun dilaporkan. Yang jalan ternyata perkaranya yang dari pihak pelapor,” terangnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan