Terlibat Kasus SS, Habib Ali Ditangkap

0
kasus-narkoba-solo
KASUS NARKOBA- Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Heriyanto didampingi Kasat Narkoba, Kompol M Rikha Zulkarnain saat mengungkap kasus narkoba di Polresta Surakarta, Kamis (18/2/2021). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Seorang pengedar narkoba yang dikenal dengan nama Agus Habib Ali ditangkap polisi.

Habib Ali dibekuk saat berada di sebuah warung makan di Jalan Samratulangi, Manahan, Solo, beberapa hari lalu.

Dia diringkus oleh tim Satnarkoba Polresta Surakarta dan para tersangka lainnya yang terlibat dalam sindikat narkoba di Kota Solo.

Penangkapan para tersangka tersebut menurut Wakapolresta Surakarta, AKBP Deny Heriyanto dilakukan sepanjang bulan Februari 2021.

Adapun delapan kasus kejahatan narkoba yang diungkap, lanjut Wakapolresta, melibatkan delapan tersangka, dengan barang bukti (BB) narkoba yang disita seberat 31,91 gram.

Salah satu tersangka yang dibekuk yakni Agus Habib Ali Maksum alias Agus. Pria berusia 44 tahun itu diamankan petugas karena kedapatan membawa sabu seberat 0,30 gram, Sabtu (6/2/2021).

Penangkapan terhadap Habib Ali berdasar informasi dari masyarakat. Ali yang dtangkap di depan sebuah warung di Jalan Samratulangi, Manahan kedapatan membawa satu plastik klip kecil berisi sabu yang dibungkus dengan tisu dan dilakban warna hitam.

“Modus kejahatan narkoba ini dilakukan dengan cara sabu yang diterima dari bandar diambil disuatu tempat sesuai dengan instruksi. Kemudian diedarkan kembali dengan cara diletakkan sebuah tempat sesuai instruksi,” ungkap Deny Heriyanto didampingi Kasat Narkoba Polresta Surakarta, Kompol M Rikha Zulkarnain dalam ungkap kasus di Polresta Surakarta, Kamis (18/2).

Tersangka Agus Habib Ali dijelaskan Rikha Zulkarnain, teridentifikasi sebagai pengedar. Sementara untuk bandarnya masih dalam tahap pengembangan penyidikan.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan