Rumah Dolan Berfaedah Dibentuk, Agar Anak Bermain Terarah

0
rumah-dolan-berfaedah
DOLAN BERFAEDAH : Anak-anak menyimak penjelasan usai nonton film bersama di Rumah Dolan Berfaedah, Lingkungan Pencil RT2 RW3 Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Ruslina Dwi Wahyuni, warga Lingkungan Pencil RT2 RW3 Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri membentuk Rumah Dolan Berfaedah, baru-baru ini. Wadah tersebut sebagai wahana edukasi karena selama pandemi virus corona (Covid-19) banyak anak-anak yang bermain kurang terarah.

Perempuan yang berprofesi sebagai dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri itu menerangkan, anak-anak sudah satu tahun tidak berangkat ke sekolah. Mereka kebanyakan menghabiskan waktunya dengan bermain kurang terarah.

Adapun orang tua banyak yang sibuk sehingga tidak cukup waktu untuk menemani pertumbuhannya.

“Padahal di usia-usia anak adalah saat terbaik untuk menanamkan perilaku dan membentuk karakter,” katanya, Minggu (21/2/2021).

Berangkat dari keprihatinan itu, pihaknya membuat suatu wadah sebagai wahana edukasi, yakni Rumah Dolan Berfaedah. “Rumah edukasi itu ibarat dolan (bermain) berfaedah. Tetap bermain namun sambil belajar dan menanamkan karakter-karakter yang baik dengan hal menarik,” ujarnya.

Sejumlah anak diajak menonton film-film edukatif, mengandung inspirasi dan nilai moral tinggi. Setelah menonton film, mereka diberi penjelasan agar dapat memetik pesan moral dari film tersebut, seperti sikap jujur, tanggung jawab, disiplin, suka menolong, dan sebagainya.

Pembentukan karakter itu penting karena anak-anak adalah aset bangsa. Jika karakter-karakter yang baik berhasil ditanamkan, mereka akan menjadi aset bangsa yang berkualitas.

Di tempat tersebut, anak-anak juga diberi semacam kuis dan hadiah untuk menjawab pertanyaan. Mereka bisa membawa pekerjaan rumahnya untuk belajar bersama. Bisa juga diisi dengan diskusi, mengaji bersama dan sebagainya. Ternyata antusiasmenya luar biasa, mereka ingin kegiatan tersebut rutin diadakan.

Lina menambahkan, kegiatan itu atas inisiatif pribadinya. “Beberapa waktu lalu saya mengikuti pelatihan pengembangan kapasitas dosen antikorupsi dan banyak materi serta video edukatif di situ. Karena peralatan terbatas, saya meminjam proyektor, speaker dan sebagainya,” ujarnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan