Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua Boyolali Sasar 5.000 Peserta

0
vaksin-covid-19-boyolali
DIVAKSIN: Seorang nakes divaksin Covid-19 di lobi Kantor Dinkes Boyolali, Selasa (23/2/2021). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

*Screning Dilonggarkan

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Dinkes Boyolali menuntaskan vaksinasi Covid-19 terhadap para tenaga kesehatan (nakes). Total ada 1.200 nakes yang menjalani vaksinasi di lobi Kantor Dinkes setempat, Selasa (23/2/2021).

Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, ke-1.200 nakes tersebut merupakan nakes yang belum sempat divaksin pada tahap pertama. Hal itu ada beberapa sebab. Antara lain, mereka termasuk lansia maupun karena tekanan darah tinggi.

“Untuk tahap awal memang screningnya ketat,” ujarnya.

Antara lain, usia nakes dibatasi pada 18 – 59 tahun. Ibu menyusui juga tidak bisa menerima vaksin, demikian pula penderita penyakit komorbit. Namun kini sudah mulai dilonggarkan dimana usia nakes minimal 18 tahun tanpa ada batasan maksimal.

“Ibu menyusui juga bisa menerima vaksin. Untuk penderita tekanan darah tinggi masih bisa divaksin dengan batasan maksimal pada 180/100.”

Dalam waktu bersamaan, seluruh Puskesmas di Boyolali juga menggelar kegiatan vaksinasi. Adapun sasarannya adalah para pelayan publik di tingkat kecamatan, tokoh agama dan pada guru SD.

“Kami targetkan vaksinasi ini bisa selesai dalam jangka lima hari kedepan.”

Diungkapkan, Kabupaten Boyolali telah mendapatkan 1.000 vial vaksin. Pada tahap kedua ini vaksin yang diberikan cukup berbeda dari segi dimensi yang lebih kecil volumenya. Dimana dalam satu vial bisa untuk 10 kali penyuntikan atau 10 dosis.

“Kalau yang pertama itu satu vial untuk satu kali dosis penyuntikan.”

Vaksinasi yang diterima tersebut nantinya akan diditribusikan pada 5.000 sasaran. Tahap kedua ini menyasar pada pelayan publik serta tenaga kesehatan (nakes) yang belum mendapatkan vaksin pada tahap pertama. Terdapat 1.200 nakes kemudian sisanya akan dibagi dengan pelayan publik.

“Karena jumlah vaksin yang tersedia itu baru 5.000 sasaran, maka kita identifikasi sesuai prioritas.”

Sebanyak 1.000 vaksin akan digunakan kalangan guru, TNI/Polri dialokasikan sebanyak 1.500 vaksin, anggota legislatif sebanyak 46 sasaran, dan 150 vaksin yang akan diberikan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Kemudian 800 vaksin untuk pelayan publik di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku bisnis, perbankan dan wartawan. “Kami siapkan 220 vaksinator, mereka akan menyuntikan satu dosis vaksinasi berisi 0,5 cc ke sasaran prioritas.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan