Aksi Intoleran Terulang Lagi di Solo : 9 Pelaku Ditangkap, 10 Buron

0
premanisme-polresta-surakarta
PELAKU PREMANISME : Jajaran Polda Jateng dan Polresta Surakarta untuk kali kedua mengungkap para pelaku premanisme yang menganiaya para korban dan melakukan pengrusakan. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.com– Jajaran Polda Jateng dan Polresta Surakarta untuk kali kedua mengungkap para pelaku premanisme yang menganiaya para korban dan melakukan pengrusakan.

Usai mengungkap aksi intoleran di Mertodranan, Pasar Kliwon, Agustus 2020, teranyar Polda Jateng bersama jajaran Polresta Surakarta menangkap 9 pelaku aksi premanisme di wilayah Sondakan, Laweyan dan di Danukusuman, Serengan.

Penangkapan 9 pelaku penganiayaan dan pengrusakan tersebut dikemukakan Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi Kasdam IV/Diponegoro, Brigjen Widi Prasetijono, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dan sejumlah perwira utama Polda Jateng dalam ungkap kasus di Polresta Surakarta, Jumat (26/2).

Kapolda menegaskan ada 6 pelaku terlibat aksi penganiayaan dan pengrusakan di tiga lokasi di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo.

Adapun 3 pelaku lainnya yang ditangkap, lanjut Kapolda, terlibat aksi pengancaman dan perusakan Pos Kamling di Kelurahan Danukusuman, Serengan. Pelaku di Kelurahan Sondakan diantaranya Agus Jatmiko alias Agus Pitik (39) warga Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo.

Kedua, Hoho Saputro alias Hoho warga Kampung Makam Bergolo, Serengan, Solo. Ketiga, Ajiseta Amirul Rahman alias Aji Bejo warga Kampung Makam Bergolo, Serengan, Solo. Pelaku keempat yakni Yunianto Juang Prakoso warga Banyuanyar, Banjarsari. Pelaku kelima Fajar Nugroho warga Kelurahan Bentakan, Baki. Pelaku keenam Yhumas Reno Saputro warga Kelurahan Laweyan.

Keenam pelaku tersebut melakukan aksi pengerusakan toko, pengambilan uang, memecah etalase dan menganiaya korban di tiga lokasi.

Penangkapan 6 tersangka tersebut dapat dikembangkan dengan membekuk tiga pelaku lainnya yang terlibat aksi di Pos Kamling di Danukusuman, Serengan. Mereka adalah Sigit Zakaria alias bendot Warga Laweyan, Solo.

Kedua, Desning Wong Narimo alias Miwon warga Panularan, Laweyan, Solo. Ketiga, Teguh Pidekso alias Bangkok warga Laweyan, Solo. Dari total dua kasus tersebut, tandas Ahmad Luthfi, masih ada 10 pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) yang kini masih dalam pengejaran.

“Para pelaku dalam kasus ini ada yang dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancaman Pidana Maksimal 10 tahun penjara,” paparnya.

Pelaku lain ada yang dijerat dengan pasal 170 ayat 1 ayat 2 KUHP atau pasal 351 ayat 1 dan atau pasal 363 ayat 1 ke-4 KUHP dan atau pasal 335 ayat 1 ke-2.

Dari para pelaku petugas juga telah menyita barang bukti (BB) berupa 8 senjata tajam, 4 motor, 1 tongkat pemukul, 1 button stick. Barang bukti lain yang diamankan diantaranya ketipung, etalase, dan tv yang rusak. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan