Bupati Wonogiri Berharap Pembelajaran Tatap Muka Segera Dijalankan

0
SERAH TERIMA : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo dan Plh Bupati Wonogiri Haryono mengikuti serah terima jabatan di pendapa Kabupaten Wonogiri, Jumat (26/2/2021). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo berharap pembelajaran tatap muka segera dilaksanakan. Pasalnya, psikologis anak-anak saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Mereka bermain kurang terkontrol dan lebih sering menghabiskan waktunya dengan gadget.

“Sejak awal, kami sudah memiliki pemikiran. Pembelajaran tatap muka dibagi 30% masuk pagi, 30% masuk siang, dan 40% daring, begitu secara bergantian,” katanya usai mengikuti pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri secara virtual di pendapa Kabupaten Wonogiri, Jumat (26/2).

Oleh karenanya, jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan kegiatan pembelajaran offline, pihaknya akan melaksanakan. “Kami berharap segera. Saat proses vaksinasi sudah berjalan dan statistik epidemiologinya sudah melandai, maka perangkat-perangkat kerja pemerintah daerah akan menyukseskan program pemerintah pusat,” terangnya.

Grafik pandemi virus corona (Covid-19) di kabupaten tersebut mulai membaik. Hingga Kamis (25/2) jumlah kasus positif Covid-19 di Wonogiri sebanyak 3.112 kasus. Sebanyak 2.894 orang di antaranya sudah sembuh, 132 orang meninggal dunia, 44 orang dirawat di rumah sakit dan 42 orang menjalani isolasi mandiri.

Proses vaksinasi terus dijalankan dengan basis data yang sudah disiapkan. Pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi agar masyarakat mempunyai pemahaman utuh, bahwa vaksinasi diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di dalamnya ada proses screening untuk memastikan seseorang memenuhi syarat vaksinasi atau tidak.

Di sisi lain, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri, Joko Sutopo-Setyo Sukarno mamatok target utama untuk periode pemerintahannya mendatang. Yakni menurunkan angka kemiskinan hingga di bawah 10% atau hanya satu digit. Pada akhir 2019 lalu, angka kemiskinan Wonogiri sempat mencapai 10,25%.

Angka kemiskinan satu digit itu akan merepresentasikan Wonogiri maju, mandiri, dan sejahtera. “Kami sudah evaluasi target apa yang belum terpenuhi dan kebijakan apa yang harus kami kerjakan untuk periode kedua nanti,” terang Bupati yang terpilih kembali dalam Pilkada 2020 lalu.

Dia menerangkan, visi Wonogiri maju, mandiri dan sejahtera harus didukung dengan kualitas sumberdaya manusia dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan. Adapun untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi diperlukan upaya terstruktur dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Wonogiri. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan