Ditargetkan Tuntas Sebelum Puasa

0
vaksinasi-covid-19-boyolali
DIVAKSIN: Salah satu ASN mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Pendapa Ageng, Komplek Perkantoran Boyolali Terpadu, Kamis (4/3/2021). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

*Vaksinasi Bagi Guru

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Dinkes Boyolali menargetkan vaksinasi Covd-19 bagi guru tuntas sebelum bulan puasa mendatang. Hal itu sekaligus mengantisipasi rencana pembelajaran langsung di sekolah.

“Sehingga, jika pembelajaran langsung di kelas dilaksanakan bulan Juli mendatang, maka para guru sudah divaksin seluruhnya,” ujar Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina.

Ditemui disela- sela kegiatan vaksin bagi PNS, Kamis (4/3) di aula Dinkes setempat, dia menjelaskan, saat ini sudah terdata sebanyak 8.000 guru di Boyolali. Namun demikian, vaksinasi dilakukan bertahap.

Dimana giliran pertama vaksinasi adalah guru SD yang dilaksanakan di Puskesmas masing- masing. Puskesmas juga memvaksin para ASN di lingkup kecamatan yang bertugas khusus di bagian pelayanan masyarakat.

Ditambahkan, pihaknya saat ini sudah mulai melakukan kegiatan vaksinasi tahap kedua episode kedua. Untuk kegiatan ini, Dinkes Boyolali mendapatkan tambahan 10.000 dosis vaksin yang bisa digunakan bagi 5.000 sasaran.

“Hingga Sabtu (6/3), kami akan menyelesaikan vaksinasi bagi seluruh ASN di semua Satuan Kerja (Satker) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), karyawan BUMD dan perbankan serta guru SD.”  

Guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi, maka Kamis (4/3) digelar vaksinasi serentak di empat tempat, selain di seluruh Puskesmas di 22 kecamatan se- Boyolali. Yaitu, di lingkup perkantoran kawasan Alun- alun Lor.

Disana ada tiga OPD, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.

“Kemudian di aula Kanor Dinkes Boyolali, Pendapa Ageng Komplek Perkantoran Terpadu serta di Kantor Disnakertrans.”   

Disinggung tentang jadwal vaksinasi bagi pedagang, pihaknya mengaku bakal diagendakan tersendiri. Dimana jumlah pedagang di seluruh Boyolali tercatat sebanyak 14.000 orang. “Dengan agenda tersendiri maka diharapkan seluruh pedagang yang ada bisa tervaksinasi semuanya.”

Agenda khusus juga bakal dilakukan pada para lansia. “Untuk jadwalnya masih menunggu. Pasalnya, butuh perlakuan khusus untuk para lansia ini. Salah satunya adalah skrening atau pengecekan awal perlu lebih mendalam.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan