Lapangan Pacuan Kuda Nyi Ageng Serang Sragen Dihapus

0

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Sragen kini sudah tidak lagi memiliki lapangan pacuan kuda. Sebab satu-satunya lahan untuk lapangan pacuan kuda Nyi Ageng Serang di Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Sragen sudah diserahkan ke Perhutani Jateng, selaku pemilik lahan. Lapangan pacuan kuda dengan panjang lintasan 600 meter dan lebar 14 meter itu sebenarnya menjadi salah satu idola untuk rekreasi penggemar berkuda di Jateng. Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indoensia (PORDASI) Jateng dulu sering menggelar kegiatan di tempat itu.
Sekda Sragen Tatag Prabawanto saat dihubungi membenarkan kalau lahan untuk pacuan kuda di Desa Ngargotirto, Sumberlawang Sragen sudah tidak ada lagi. ”Lapangan pacuan kuda sudah dihapus dari asset kepemilikan Pemkab Sragen,” tutur Sekda Tatag Prabawanto ditemui usai meninjau vaksinasi di lingkungan Setda Sragen. Dengan dihapuskannya asset pacuan kuda itu, lanjut Tatag maka Pemkab

Sragen tidak akan mengalokasikan anggaran untuk keperluan perawatan pacuan kuda. Sedangkan asset bangunan yang ada, sudah dihapus dari asset daerah. Alasan kenapa lapangan pacuan kuda dihapus, menurut Tatag Prabawanto karena Pemkab Sragen sering ditagih uang bagi hasil pengelolaan lahan di lokasi pacuan kuda yang berstatus milik PT Perhutani Jateng. Berkali-kali PT Perhutani menagih uang pengelolaan lahan di tempat itu.

Dibiarkan Mangkrak

Sedangkan lahan di pacuan kuda, lanjut Tatag tidak menghasilkan uang. Kegiatan pacuan kuda sudah bertahun-tahun tidak digelar di tempat itu. Sehingga Pemkab Sragen akhirnya mengembalikan lahan milik PT Perhutani seluas 15 hekatre yang semula berstatus dipinjamkan. ”Karena sering dimintai bagi hasil oleh PT Perhutani sedangkan lapangan pacuan kuda itu tidak memberikan hasil apa pun, makanya kami kembalikan saja ke perhutani,” ujar Tatag Prabawanto.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat ditemui mengatakan pengembalian tanah perhutani yang pernah dipakai untuk lapangan pacuan kuda itu sebagai upaya terbaik. ”Karena pacuan kuda dan lahannya tidak menghasilkan,” tutur Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen menanggapi penyerahan lahan ke PT Perhutani yang pernah dipakai untuk lapangan pacua kuda. Menurut pengamatan, lapangan pacuan kuda Nyi Ageng Serang di tepi Waduk Kedung Ombo itu dulu sering dipakai untuk event pacuan kuda tahun 2005 – 2009. Lokasi itu juga sering dipakai untuk berlatih memanah dan berolahraga. Namun kemudian dibiarkan mangkrak, karena tidak adanya dana perawatan yang dibiayai APBD Sragen. (Anindita)

Tinggalkan Pesan