Big Bos PT Sinarmas Dilaporkan ke Bareskrim Polri

0
sinarmas-dilaporkan-bareskrim
BEBERKAN KASUS- Pengusaha Solo, Andri Cahyadi yang melaporkan Bos PT Sinarmas ke Bareskrim Polri, membeberkan kasusnya di Showroom Batik Werkudoro miliknya di Jalan Dr Wahidin, Laweyan, Solo, Sabtu (12/3/2021). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Pengusaha Solo Merasa Ditipu

SOLO, suaramerdekasolo.com– Pengusaha Solo, Andri Cahyadi (45) sebagai Komisaris Utama PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) melaporkan dua bos PT Sinarmas yakni Indra Widjaya dan Kokarjadi Chandra ke Bareskrim Polri.

Indra Widjaya sebagai owner sekaligus Komisaris Utama PT Sinarmas dan Kokarjadi Chandra sebagai Dirut PT Sinarmas Securitas dilaporkan ke Bareskrim pada tanggal 10 Maret 2021 dengan 9 pasal diantaranya pasal penipuan, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat, tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Andri Cahyadi selaku pelapor mengemukakan, awal mula, pada tahun 2015, perusahaannya bekerjasama dengan PT Sinarmas untuk memenuhi kebutuhan batubara bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dalam perjalanan waktu, PT EEI, perusahaan Andri Cahyadi malah merugi. Bahkan tersangkut hutang yang mencapai Rp 4 triliun. Bahkan sebelum ada kerjasama dengan PT Sinarmas, saham Andri Cahyadi sebesar 53%, namun hingga Desember 2020 diberitahu pihak Sinarmas kalau sahamnya tinggal 9%.

“Sebagai Komut, saya tidak pernah menandatangi hutang, tidak pernah menjual saham, tiba-tiba saya diberitahu kalau PT EEI punya hutang hingga Rp 4 triliun dan saham saya yang semula sebanyak 53% tinggal 9%. Berbagai alasan tersebut yang melatarbelakangi saya untuk melaporkan kasus ini ke Bareskrim. Semua berkas, barang bukti telah kami serahkan kepada penyidik Bareskrim setelah melalui proses yang membutuhkan waktu sekitar 8 bulan,” tandas Andri saat membeberkan kasus tersebut di tempat usaha Batik Werkudoro miliknya yang berada di Jalan Dr Wahidin, Laweyan, Solo, Sabtu (13/3/2021) sore.

Alasan Andri melaporkan Indra Widjaya dan Kokarjadi Chandra ke Bareskrim, karena keduanya diyakini melakukan konspirasi jahat, salah satunya dengan cara menempatkan orang PT Sinarmas yakni Benny Wirawansyah menjadi Direktur Utama (Dirut) PT EEI,” tandas Andri.

Keberadaan Benny di PT EEI, lanjut Andri, makin ada terang benderang kasus yang terjadi. Sebagai Dirut, Benny dengan leluasa meminjam uang ke perusahaan yang masih satu grup PT Sinarmas,” terang putra seorang politikus senior Solo tersebut.

Benny yang merasa bersalah, lanjut Andri, akhirnya menyampaikan pengakuannya dihadapan notaris.

Andri juga menjelaskan bahwa sahamnya diketahui telah diambil alih oleh orang-orang asing. “Saya yakini orang-orang tersebut masih dalam lingkaran PT Sinarmas,” jelasnya.

Terkait kasus ini, Suara Merdeka telah berkali-kali menghubungi Dirut PT Sinarmas Securitas, Kokarjadi Chandra. Meski sempat ada nada sambung, namun yang bersangkutan tidak merespon. Bahkan ketika mencoba lagi untuk menghubungi, nada dering telpon yang semula masih aktif, kemudian diriject. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan