Hasil Riset dan Inovasi PT yang Layak Komersialisasi Masih Minim

0
RISET INOVASI : Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho meninjau stand pameran hasil riset dan inovasi yang sudah layak dikomersialisasi. (suaramerdekasolo.com/Evie K)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Iklim riset dan inovasi di perguruan tinggi masih didominasi pada tahapan yang maksimal capaiannya hanya berupa prototipe produk yang baru bisa diterapkan pada skala laboratorium. Padahal seharusnya, hasil riset dan inovasi tersebut sudah mencapai level 9 dalam tahap kesiapan teknologi (TKT) atau sudah bisa diaplikasikan secara nyata dan layak dikomersialkan.


“Indikator ini ditandai oleh masih terbatasnya para peneliti yang mengajukan skema riset pengembangan atau riset fokus pada produk,” jelas Wakil Rektor bidang Riset dan Teknologi UNS Prof Dr Kuncoro Diharjo dalam peluncuran dan pameran produk siap komersial pada Jumat (19/3) di halaman Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) kampus setempat.


Dalam kesempatan itu, UNS meluncurkan sebanyak 36 produk dosen dari berbagai fakultas yang siap untuk dikomersialisasi.


Untuk selanjutnya, 36 produk komersial yang dipamerkan diharapkan bisa dilanjutkan pada tahapan komersialisasi dan pemasaran produk ke masyarakat oleh unit bisnis baik yang ada di fakultas maupun di universitas.

Dikemukakan, sebenarnya ada lebih dari 71 produk riset dan I inovasi yang didaftarkan inventor untuk diikutkan dalam pameran produk siap komersialisasi. Namun setelah ditindaklanjuti dan dipastikan jika produk yang akan dipamerkan adalah produk yang benar-benar siap pasar, sehingga sudah dipastikan siapa dan dimana proses produksinya, banyak yang memilih mundur.

Hampir separo inventor mengundurkan diri karena takut jika ada permintaan pasar tidak mampu memenuhi kualitas dan standar dari produknya.

Rektor UNS, Prof Dr Jamal Wiwoho juga menambahkan bahwa inovasi merupakan energi untuk menciptakan perubahan dan memenangkan persaingan. Terlebih UNS saat ini menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sehingga bergegas membuat inovasi dan hilirisasi.

“Jangan sampai riset dan inovasi pengabdian masyarakat hanya menggugurkan kewajiban sebagai dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami mendorong agar riset-riset para dosen menjadi sebuah inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi,” papar Prof Jamal.
Rektor menyebutkan bahwa upaya untuk melakukan lompatan strategis untuk hilirisasi patut diapresiasi bersama karena menjadi salah satu langkah sebagai PTNBH. Ia juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk melakukan riset dan inovasi dengan semangat kolaborasi.
Melalui peluncuran produk siap komersial ini, diharapkan dapat memancing para investor untuk bekerja sama dengan UNS melalui Badan Pengelola Usaha (BPU).(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmum

Tinggalkan Pesan