Pengusaha Solo Bantah Memiliki Hutang di Sinarmas

0
sinarmas
TUNJUKKAN TUDUHAN- Pengusaha Solo, Andri Cahyadi menunjukkan berita tuduhan dari Gandi Sulistiyanto yang menyatakan Andri Cahyadi punya hutang di Sinarmas dan gagal bayar saat ditemui di Solo, Sabtu (20/3) sore. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Andri Cahyadi Balik Tuding Gandi Sulistiyanto

SOLO, suaramerdekasolo.com– Kasus dua petinggi PT Sinarmas yang dilaporkan oleh pengusaha Solo, Andri Cahyadi ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan, penggelapan, pemalsuan dokumen hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kembali jadi trending topik.

Sebab begitu kasus tersebut mencuat di berbagai media, ada tanggapan dari Senior Advisory Board PT Sinarmas, Gandi Sulistiyanto yang menyatakan bahwa Andri Cahyadi memiliki hutang di bank yang masih satu grup PT Sinarmas tidak dapat membayar hutangnya alias gagal bayar.

Bahkan Gandi Sulistiyanto juga menyatakan bahwa Andri Cahyadi sedang berperkara hukum. Untuk mengidentifikasi siapa Andri Cahyadi, kata Gandi bisa dilihat dari rekam jejak digital.

Begitu pula kasus yang dilaporkan Andri Cahyadi tidak ada kaitannya dengan Indra Widjaya.

Tanggapan dari Gandi Sulistiyanto itu mengundang reaksi dari Andri Cahyadi.

Komisaris Utama (Komut) PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) Tbk itu membantah kalau dia memiliki hutang di bank Sinarmas. Bahkan Pengusaha Solo itu juga tidak sedang menghadapi hukum. “Silahkan cek rekam jejak digital saya. Kalau ada masalah dengan bank, mestinya ada proses seperti ada surat peringatan, lelang hingga eksekusi. Itu tidak ada sama sekali. Mestinya Gandi Sulistiyanto mawas diri dan tidak sembarang menuduh saya gagal bayar. Justru Andri balik “menyerang” Gandi dengan rekam jejaknya. “Masyarakat boleh melihat rekam jejak digital yang bersangkutan dan PT Sinarmas, agar publik mengetahui yang sesungguhnya,” tegas Putra politikus senior di Kota Bengawan tersebut saat ditemui di Solo, Sabtu (20/3).

Seperti diberitakan sebelumnya, Andri Cahyadi melaporkan Komisaris Utama PT Sinarmas, Indra Widjaya dan Direktur Utama PT Sinarmas Securitas, Kokarjadi Chandra ke Bareskrim Mabes Polri.

Laporan itu terdaftar dengan Nomor LP/B/0165/III/2021/BARESKRIM tertanggal 10 Maret 2021.
Dalam laporan tersebut, kedua terlapor diduga melanggar Pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, Pasal 374 tentang penggelapan dalam jabatan.
Selain itu, keduanya diduga melanggar Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, serta Pasal 2,3,4, dan 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Andri Cahyadi mengungkapkan, kasus itu bermula saat PT EEI, bekerja sama dengan PT Sinarmas untuk menyupalai batu bara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
PT EEI bergerak di bidang pertambangan dan perdagangan batu bara, pengembangan dan pembangunan tenaga listrik dan pengoperasian pembangkit listrik uap.

Kerja sama dengan PT Sinarmas yang dimulai pada 2015 itu dilakukan untuk memenuhi permintaan batu bara yang lebih besar. 
Menurut Andri, waktu itu PT Sinarmas menempatkan seorang bernama Benny Wirawansyah, yang belakangan menduduki kursi Direktur Utama PT EEI.
Setelah kerja sama berjalan 3 tahun, Andri melihat beberapa dugaan kejanggalan. Bukannya meraup keuntungan, perusahaannya justru dibebani utang hingga Rp 4 triliun. “Utang itu kita dapatkan dari Grup Sinarmas,” terang Andri. 

Tak hanya dibebani utang, menurut Andri, sahamnya di PT EEI yang awalnya mencapai 53 persen menyusut hingga 9 persen.

“Jika di kalkulasi atas kerjasama tersebut mestinya saya mendapat keuntungan kisaran Rp 15,3 triliun,” beber Andri. 

Karena PT EEI terus merugi, Andri sempat meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan. Dia juga menolak menandatangani laporan keuangan perusahaan tahun 2018. Seiring berjalannya waktu setelah 8 bulan mengumpulkan data atau dokumen pendukung, kasus ini oleh Andri Cahyadi dilaoorkan ke Bareskrim.

Atas laporan Komut PT EEI itu, Senior Advisory Board Sinarmas Group Gandi Sulistyanto menjelaskan bahwa pelapor yang bernama Andri Cahyadi adalah salah satu nasabah Bank Sinarmas yang gagal bayar dan kini tengah diproses hukum oleh PT Sinarmas.

“Saudara Andri, nasabah bank Sinarmas yang gagal bayar, dan sedang diproses hukum. Reputasi yang bersangkutan bisa dicek jejak digitalnya. Kami mengikuti saja proses hukumnya,” kata Gandi seperti yang dilansir media online, Minggu (14/3). 

Gandi juga menjelaskan,¬†kasus yang dilaporkan Andri Cahyadi ke Bareskrim Polri, tidak ada kaitannya dengan Komisaris Utama PT Sinarmas Indra Widjaya.¬†“Ada direksinya masing masing perusahaan,” paparnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan