Tiga Serangkai Terus Berkembang di Tengah Pandemi

0
tiga-serangkai-solo
PANDEMI- CEO PT Tiga Serangkai, Eny Rahma Zaenah menyampaikan perkembangan terbaru kondisi bisnis perusahaan penerbitan tersebut di masa pandemi covid-19 di Ramayana Resto, Kamis (25/3/2021). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Di massa pandemi, Perusahaan Penerbitan PT Tiga Serangkai (TS) mengakui ikut terdampak dari sisi pengembangan bisnis.

Meski ikut terpengaruh namun tidak signifikan, TS terus mengembangkan bisnisnya di era digital seperti sekarang ini.

“Pandemi bagi saya adalah anugerah. Tidak ada pandemi lambat lho kita untuk maju. Apa yang terjadi seperti ini bukan mematikan, akan tetapi justru memantik saya untuk terus melakukan transformasi pengembangan digital di TS,” terang pimpinan PT Tiga Serangkai, Eny Rahma Zaenah dalam acara sharing bersama sejumlah awak media di Ramayana Resto, Kamis (25/3).

Meski begitu, pandemi covid-19, lanjut Eny, pasti ada dampak. Tetapi TS tetap eksis dan terpacu untuk semangat dalam memajukan TS di era digital.

“Digital market baru. Go digital sebagai keharusan,” lanjutnya.

Sebagaimana yang dikemukakan Eny bahwa Tiga Serangkai sebagai penerbit terkemuka di Indonesia tetap eksis karena selalu mengikuti perkembangan zaman dan setiap materi buku-buku pelajaran sekolah yang diterbitkan telah melalui seluruh tahapan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Komitmen dan konsistensi Tiga Serangkai untuk selalu menetapkan standar kualitas tertinggi dalam setiap produk penerbitannya menjadi salah satu kunci perusahaan mampu bertahan selama lebih dari 6 dekade,” urainya.

“Kami bersyukur selama lebih dari 62 tahun Tiga Serangkai berhasil melewati berbagai dinamika dan perubahan bangsa ini dan tetap fokus terhadap kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Kami juga memastikan bahwa setiap buku-buku pendidikan yang kami terbitkan selalu mengikuti ketentuan dari pemerintah,” tambah Chief Executive Officer (CEO) PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri tersebut.

Lebih jauh Eny menjelaskan, selama lebih dari 62 tahun buku-buku pendidikan terbitan Tiga Serangkai telah mewarnai hampir seluruh sekolah, mulai tingkat SD, SMP, SMU dan sederajat di seluruh Indonesia. Dengan didukung lebih dari 3.300 penulis aktif dan editor yang sudah tersertifikasi nasional oleh Pemerintah dengan berbagai latar belakang pendidikan dan keilmuan, mulai penulis bergelar S1, S2, S3 hingga yang bergelar profesor, setiap tahun Tiga Serangkai menerbitkan lebih dari 1.000 judul buku dari berbagai mata pelajaran.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan komitmen ribuan penulis yang menjadikan kualitas buku-buku Tiga Serangkai terus meningkat. Kami juga berterima kasih kepada jutaan peserta didik, guru dan orangtua yang selama hampir satu generasi ini percaya dan mempercayakan referensi pendidikannya melalui buku-buku Tiga Serangkai,” urai Eny dalam perbincangannya.

Sebagai perusahaan yang dirintis oleh guru, Tiga Serangkai yang berdomisili di Solo, kini telah berkembang menjadi salah satu penerbit dengan jaringan terbesar di Indonesia. Dengan dukungan sumberdaya manusia (SDM) internal yang terus ditingkatkan kualitasnya, Tiga Serangkai kini memiliki 42 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Menurut Eny, di tengah perubahan cepat yang terjadi saat ini, Tiga Serangkai juga terus mengambil inisiatif dan melakukan inovasi untuk melahirkan buku-buku terbaik sesuai kebutuhan dan tuntutan masyarakat pendidikan yang semakin tinggi. Transformasi digital yang telah menjangkau berbagai sektor kehidupan masyarakat merupakan tantangan sekaligus peluang yang dapat dioptimalkan.

Setiap masa, lanjut Eny, selalu menghadirkan tantangan dan peluang yang bisa mendorong lahirnya inovasi. Pengalaman selama 62 tahun telah menjadikan Tiga Serangkai semakin matang. “Dan yang kami pastikan, di tengah berbagai perubahan ini, komitmen Tiga Serangkai terhadap kemajuan pendidikan Indonesia tidak akan pernah berubah. Itu sudah menjadi amanah dari pendiri perusahaan untuk terus merawat aset penting ini ke depan,” jelas Eny. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan