Pengusaha Solo Dilengser dari Komut

0
Pengusaha-solo-andri-sinarmas
UNGKAP KASUS- Pengusaha Solo yang berusaha mencari keadilan di Bareskrim, Andri Cahyadi menunjukkan pelaksanaan RUPST didalam memori handphonenya di Solo, Kamis (1/4/2021) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Berani Melaporkan 2 Petinggi PT Sinarmas

SOLO, suaramerdekasolo.com– Imbas tidak bersedia menandatangani laporan keuangan PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) Tbk tahun 2018, Komisaris Utamanya, Andri Cahyadi dilengserkan dari jabatannya.

Meski masih sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan tambang batubara tersebut, Andri Cahyadi dipaksa diganti oleh Pujianto Gondosasmito dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Senin (30/3).

Bukan hanya Pengusaha asal Solo yang mencari rasa keadilan di Bareskrim Mabes Polri itu yang dicopot dari Komut. Namun Direktur Utama PT EEI Tbk, Benny Wirawansyah juga diganti karena sudah ada pengakuan “dosa” atas kesalahannya dalam menjalankan tugas dihadapan notaris.

Seperti diketahui keberadaan Benny Wirawansyah di PT EEI ditunjuk pihak PT Sinarmas sebagai Dirut sebagai konsekuensi atas kerjasama antara PT EEI dengan PT Sinarmas untuk mensuplay tambang batubara ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Adapun Andri Cahyadi tidak bersedia menandatangani laporan keuangan perusahaan pada tahun 2018 karena banyak penyimpangan dalam laporan. “Hal itulah yang kami laporkan ke Bareskrim pada Maret 2021,” tegas pengusaha asal Solo yang ingin mencari keadilan tersebut.

Putra seorang politisi senior di Kota Bengawan itu awalnya merasa senang saat RUPST yang rencana digelar pertengahan Maret 2021 batal dilakukan karena peserta rapat tidak memenuhi quorum.

“Meski ada info RUPST Luar Biasa kedua yang dilaksanakan pada Senin (30/3) juga tidak quorum, namun rapat tetap digelar dengan agenda melengserkan saya dan Pak Benny Wirawansyah dengan tujuan mengesahkan laporan keuangan PT EEI yang memang tidak saya setujui karena banyak penyimpangan,” urai pemilik saham 53% menyusut menjadi 9% hingga dicopot dari jabatannya sebagai Komut dalam RUPST itu.

sinarmas-digugat

“Sebagai wong cilik yang melaporkan “Orang Besar” di PT Sinarmas, inilah kenyataan pahit yang saya alami,” urainya saat menyampaikan pernyataan kepada puluhan awak media di Solo, Kamis (1/4/2021) malam.

Andri menambahkan, dalam RUPSLB, posisinya sebagai Komut diganti oleh Pujianto Gondosasmito. Sedangkan untuk jabatan Dirut yang sebelumnya dipegang oleh Benny Wirawansyah diganti Robin Wirawan.

“Saya meyakini proses penggantian terhadap dirinya dan Pak Benny dilakukan oleh para petinggi PT Sinarmas,” ungkap Andri dengan yakin.

Andri juga menyayangkan sikap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan lampu hijau atas terselenggaranya RUPSLB.

“Ini bisa menjadi preseden buruk disaat sejumlah kasus di PT EEI saya laporkan ke Bareskrim, namun RUPST tetap dijalankan,” terang Andri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Andri Cahyadi melaporkan dua bos PT Sinarmas yakni Indra Widjaya dan Kokarjadi Chandra ke Bareskrim dalam perkara tindak pidana penipuan, penggelapan, pemalsuan dokumen hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Selain saya sebagai pelapor, sudah banyak para saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim,” ungkap Andri.

Atas laporan Andri Cahyadi tersebut, PT Sinarmas telah menunjuk Hotman Paris sebagai kuasa hukum untuk mendampingi terlapor. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan