Prof Waston Guru Besar UMS ke 32

0

SOLO,suaramerdekasolo.com – Prof Dr Drs Waston M Hum menjadi guru besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke-32. Pidato pengukuhan Guru Besar dilaksanakan Sabtu (03/04), di Auditorium Moh Djazman. Prof Waston adalah Guru Besar pertama di Fakultas Agama Islam, UMS. Profesor dalam Bidang Ilmu Agama dan Filsafat.

Pidato pengukuhan berjudul “Masa Depan Kemanusiaan dan Keberagaman: Era Pasca Pandemi di Indonesia dalam Teropong Filsafat”, merupakan ringkasan dari buku dengan judul yang sama yang telah dibagikan kepada para hadirin yang datang saat pengukuhan. Acara dihadiri petinggi UMS serta disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube TV UMS.

Prof Waston sudah menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 140398/MPK/KP/2020 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Fungsional Dosen sebagai Guru Besar, dilakukan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri DEA di Gedung Induk Siti Walidah UMS, pada 22 Februari 2021, silam.

Dalam pidatonya, Prof Waston mengatakan, pandemi Covid 19 ini mendorong manusia masuk ke dunia baru yang penuh dengan kecanggihan teknologi dan informasi. “Kita harus bersikap bijak dalam menghadapi pandemi dan membaca perubahan dunia,” kata Prof Waston.

Masyarakat juga harus bijaksana dalam menghadapi pandemi. Menurutnya kemampuan seseorang untuk bersikap bijaksana disebut dengan filsafat. “Bukan hanya kebenaran (logika) yang dicari oleh filsafat, namun kebijaksanaan,” tambahnya. Jalan menuju kebijaksanaan dapat ditempuh dengan sebuah kebenaran. Dalam merespon pandemi, umat beragama perlu menyadari tiga sikap; fatalisme, pragmatisme rasional, kombinasi antarkeduanya.

Berkaitan dengan virus, fatalisme berpandangan bahwa terpapar atau tidak terhadap virus sudah digariskan oleh Tuhan. Sedangkan pragmatisme rasional berpandangan bahwa terpapar atau tidaknya seseorang bukan “urusan” Tuhan. Adapun kombinasi dari keduanya berpandangan bahwa penyebaran virus memang mengikuti mekanisme saintifik tetapi manusia juga harus tetap berusaha dan berdoa.

Berkaitan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Waston menyampaikan, Muhammadiyah berperan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Muhammadiyah tidak hanya menyerukan pentingnya protokol kesehatan, namun betul-betul dilaksanakan amal usaha dan pergerakannya, ” tandasnya.

Prof Waston juga berbicara mengenai masa depan Indonesia, yang disebutnya harus menjadi bangsa yang haus invensi dan inovasi. Usai pidato, Prof Waston menerima pengalungan samir oleh Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif MSi.

Rektor UMS Prof Sofyan Anif menyampaikan harapan agar dalam waktu dekat UMS mendapatkan guru besar lainnya. “Mudah-mudahan ini sebagai suatu langkah maju kita, tidak hanya sekadar memiliki prestasi, tetapi sekaligus memperkuat reputasi internasional, salah satunya dengan cara menambah jumlah guru besar,” katanya. (Basuni Hariwoto))

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan