Kamera Tilang Elektronik Ungkap Mobil “Bodong”

0
e-tilang-solo
DIAMANKAN- Mobil Calya warna hitam AD 8693 AS yang diduga bodong diamankan petugas di Mako Satlantas Polresta Surakarta, Kamis (8/4/2021). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Kamera tilang elektronik atau Electronik Traffic Law Enforcemet (ETLE) yang terpasang di depan Solo Square dapat melacak mobil yang diduga bodong atau tidak dilengkapi surat resmi.

Mobil yang diduga bodong tersebut kini diamankan petugas Reskrim guna penyelidikan lebih lanjut.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra mengemukakan terungkapnya kasus tersebut bermula ketika petugas operator ETLE, pada Rabu (31/3), dapat mengidentifikasi pengemudi mobil tanpa mengenakan sabuk pengaman melintas di Jalan Slamet Riyadi atau di depan Solo Square.

Berdasar hasil jepretan kamera ETLE, pengemudi mobil yang tidak mengunakan sabuk pengaman mengensarai mobil Calya warna hitam AD 8693 AS.

“Hasil pelacakan mobil tersebut milik Enggung Marwoto warga Munggung RT 01 RW 03, Gilingan, Banjarsari. Surat tilang kemudian kita kirim ke rumah yang bersangkutan via pos,” tegas Kasatlantas.

Sepekan kemudian pemilik mobil datang ke Mako Satlantas Polresta Surakarta untuk konfirmasi mengaku tidak melintas di depan Solo Square. “Pemilik mobil juga mengatakan bahwa orang yang terpotret kamera di dalam mobil bukan dia maupun anggota keluarganya,” terang Adhityawarman.

Setelah dianalisa dan dievaluasi, Kasatlantas memprediksi ada kendaraan lain yang memakai plat nomor sesuai mobil milik Enggung.

e-tilang-solo2

“Curiga ada mobil mengenakan plat nomor milik orang lain, saya sebarkan info kepada anggota untuk memantau apabila ada mobil dengan Plat AD 8693 AS untuk dihentikan,” tegas Adhytiawarman.

Atas perintah tersebut, anggota Satlantas akhirnya dapat mengamankan mobil Calya warna hitam AD 8693 AS diruas jalan Bhayangkara, tepatnya di sebelah barat Stadion Sriwedari.

Entah suatu kebetulan atau tidak, mobil tersebut sama-sama bermerek Calya warna hitam. Pengemudi yang diketahui bernama Sutrisno, warga Makamhaji, Kartasura lalu diajak anggota bersama mobilnya ke Mako Satlantas untuk pemeriksaan lebih lanjut

“Kemudian kita melakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan mesin mobil tersebut. Ternyata seharusnya plat nomor mobil tersebut AD 8693 US. Kita juga semakin curiga karena tulisan di STNK seperti diganti dan pengemudi tersebut tidak mampu menunjukkan BPKB mobil,” papar Kasatlantas.

Kasus itu, lanjut Adhityawarman, akhirnya dilimpahkan ke Satreskrim guna memperdalam pengusutan asal mula mobil tersebut. Dari hasil pendalamam sementara oleh pihak Satlantas bahwa Sutrisno membeli mobil Calya dari temannya tanpa BPKB alias bodong. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan