Syarat PTM, Guru Harus Divaksin

0
pembelajaran-boyolali
PROKES: Kegiatan PTM di SMPN 1 Boyolali menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Boyolali mensyaratkan ketat terkait pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah- sekolah. Syarat utamanya, semua guru sudah harus divaksin.

“Bapak bupati memberikan syarat yang tidak bisa ditawar- tawar. Syarat PTM adalah guru sudah harus divaksin,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Darmanto, Kamis (8/4).

Dijelaskan, saat ini guru yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 adalah seluruh guru SD. Sehingga semua SD di Boyolali sudah bisa menggelar PTM. Namun demikian, kegiatan PTM tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Sedangkan untuk jenjang SMP baru guru di tiga SMP yang sudah mendapatkan vaksin. Yaitu, guru di SMPN 1 dan SMPN 2 Boyolali serta guru SMPN Gladagsari. Praktis ketiga SMP tersebut sudah bisa melaksanakan PTM dengan prokes ketat pula.

Terkait dengan vaksinasi guru lainnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinkes setempat. Dimana sesuai jadwal, maka Boyolali akan mendapatkan pasokan vaksin tahap ketiga sebanyak 6.000 dosis.

“Kalau tidak salah, hari ini atau besok.”

Dari jumlah vaksin tersebut, maka diharapkan separo dosis yang diterima nantinya bisa diperuntukkan bagi para guru SMP. Dimana jumlah guru SMP total sebanyak 2.500 orang. Saat ini, guru yang belum divaksin tersebar di 94 SMP negeri maupun swasta.

“Jika vaksinasi berjalan lancar maka PTM tingkat SMP pun bisa segera dilaksanakan.”Dimana pihaknya sudah menjadwalkan PTM SMP bisa dilakukan saat ujian yang akan digelar pada tanggal 19- 24 April mendatang. Hal ini sesuai dengan pertimbangan bahwa pembelajaran sistem luar jaringan (luring) lebih berkualitas dibandingkan dengan sistem dalam jaringan (daring). (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan